Rabu, 25 MARET 2026 • 10:40 WIB

Penurunan Signifikan Saham HYBE Usai Konser Comeback BTS: Apa yang Terjadi?

Author

Penurunan Signifikan Saham HYBE Usai Konser Comeback BTS: Apa yang Terjadi?

Saham HYBE mengalami penurunan yang drastis setelah konser comeback BTS pada 21 Maret. Penurunan ini terjadi meski banyak penggemar antusias menyaksikan penampilan langsung grup legendaris tersebut setelah hiatus hampir empat tahun.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Pada 23 Maret, harga saham HYBE mengalami anjlok sampai 16,13 persen dan perdagangannya berada di angka 288.500 won. Hal ini menjadi perhatian setelah jumlah penonton konser yang tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.

Kesalahan Perkiraan Jumlah Penonton

Konser bertajuk BTS Comeback Live: Arirang di Gwanghwamun Square awalnya diperkirakan dapat menarik sekitar 260 ribu penonton. Namun, pemerintah mencatat hanya sekitar 40.000 yang hadir, sedangkan HYBE mengklaim jumlah penonton mencapai 104.000.

Perbedaan signifikan ini menimbulkan keraguan di kalangan investor dan analis terkait pendapatan serta popularitas BTS setelah penantian panjang. 'Kami tidak berharap jumlah penonton turun drastis seperti ini,' ungkap seorang analis pasar keuangan.

Kekhawatiran akan jumlah penonton ini memberi dampak langsung pada kepercayaan investor yang mulai mempertanyakan strategi bisnis HYBE ke depan.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Persiapan Keamanan yang Masif

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang mengerahkan sekitar 6.700 petugas keamanan untuk mengawasi jalannya konser. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengamanan yang biasa dilakukan untuk festival sejenis.

Sebagai perbandingan, festival Kembang Api Yeouido biasanya hanya memerlukan sekitar 3.000 petugas keamanan. Mobil polisi dan tim detektif juga dikerahkan dalam jumlah besar, mencapai 72 unit dan 35 tim, diharapkan dapat menjaga kelancaran acara.

Meskipun langkah keamanan ini diambil, pertanyaan mengenai efisiensi pengelolaan acara tetap timbul, khususnya terkait dengan anggaran yang dikeluarkan.

Skenario Transportasi dan Logistik

Pada tahap persiapan konser, jalan-jalan penting di Gwanghwamun ditutup untuk kendaraan beberapa hari. Tindakan ini bertujuan untuk mengakomodasi kerumunan penggemar, yang diharapkan datang dalam jumlah besar.

Beberapa stasiun kereta bahkan tidak melayani penumpang saat itu, dan semua pintu masuk diblokir guna menjaga ketertiban umum. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, namun ternyata mengakibatkan kesulitan mobilitas bagi masyarakat lainnya.

Akhirnya, meskipun pengamanan dan pengaturan transportasi dilakukan dengan serius, kenyataan menunjukkan bahwa hanya sekitar 42 ribu orang yang hadir, sebuah bukti adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU