Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melaporkan rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada Presiden Prabowo Subianto. Rencana ini bertujuan menempatkan PNM sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Purbaya mengungkapkan dukungan positif dari Prabowo, namun menegaskan bahwa keputusan final terkait pengambilalihan ini belum dapat diketahu.
Rencana Pengambilalihan PT PNM
Dalam pertemuannya di Kemenkeu, Purbaya menjelaskan, "Saya sudah lapor presiden: Pak ada rencana gini (ambil alih) kalau boleh." Pengambilalihan tersebut bertujuan untuk menjadikan PNM berfungsi lebih optimal di bawah kementerian.
Prabowo memberikan respon positif, berkata, "Dia bilang hitung aja kalau bagus kenapa tidak," yang menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Namun, Purbaya menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil.
Keputusan untuk mengalihkan fungsi PNM sebagai Special Mission Vehicle merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses terhadap pembiayaan bagi sektor UMKM.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Diskusi Lanjutan dengan CEO Danantara
Purbaya mengungkapkan bahwa pertemuan dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani, dilakukan untuk membahas langkah terbaik dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menekankan pentingnya kerjasama dalam meningkatkan akses pembiayaan untuk UMKM.
"Kami sedang berdiskusi terus dengan Pak Rosan apa langkah terbaik negara buat penyaluran KUR dan untuk kredit UMKM," kata Purbaya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan pembiayaan mikro.
Menurut Purbaya, PNM yang saat ini berada di bawah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebaiknya dimanfaatkan sebagai instrumen untuk melakukan Public Service Obligations (PSO).
Kendala dalam Proses Pengambilalihan
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, belum mengetahui adanya permintaan pengambilalihan PNM yang diungkapkan oleh Purbaya. Saat ditemui di Wisma Danantara, dia berkata, "Belum ada. Belum ada [pembicaraan]."
Meskipun ada inisiatif untuk memfasilitasi penyaluran KUR melalui PNM, Purbaya menegaskan bahwa perbankan tetap dapat melanjutkan kegiatan penyaluran KUR seperti biasa.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi subsidi bunga KUR yang diperkirakan dapat mencapai Rp40 triliun untuk mendukung kelangsungan program ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: