Rabu, 11 MARET 2026 • 17:14 WIB

Mendagri Ajak Masyarakat Tenang Menjelang Idulfitri dan Hindari Panic Buying

Author

Mendagri Ajak Masyarakat Tenang Menjelang Idulfitri dan Hindari Panic Buying

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melontarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam panic buying menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran publik terkait kelangkaan kebutuhan pokok seperti BBM dan beras.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Ia menjelaskan bahwa meski ada kekhawatiran tersebut, stok kebutuhan pokok dalam kondisi aman. Hal ini diharapkan bisa mengurangi keresahan di masyarakat menjelang hari raya.

Kondisi Stok Kebutuhan Pokok

Dalam sebuah rapat koordinasi, Tito menyatakan bahwa stok beras nasional saat ini tercatat mencapai empat juta ton. Pasokan BBM juga dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Lebaran.

Ia mengingatkan, "Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan." Pernyataan ini menegaskan pentingnya kepercayaan publik terhadap ketersediaan bahan pokok.

Selain itu, pemerintah juga berencana menyiapkan skema untuk menangani masalah harga dan pasokan secara efisien. Instruksi kepada kepala daerah telah diterapkan untuk memastikan kelancaran distribusi pangan dan energi di masing-masing daerah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Antisipasi Terhadap Kenaikan Harga

Mendagri juga meminta masyarakat menjaga ketenangan terkait pertumbuhan ekonomi nasional, yang diperkirakan tumbuh sebesar 4,7 persen pada tahun 2025. "Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa perhitungan ekonomi masih mempertimbangkan tarif listrik subsidi, yang diharapkan dapat mencegah pemahaman yang keliru di masyarakat. Kejelasan informasi mengenai kapasitas operasional BBM juga dianggap perlu.

Politisi Nevi Zuairina turut menyoroti bahwa beberapa masyarakat mungkin salah paham ketika mendengar bahwa stok BBM diperkirakan hanya cukup untuk tiga minggu.

Faktor Penyebab Panic Buying

Nevi menjelaskan bahwa panic buying sering kali dipicu oleh ketidakpastian informasi dan psikologi massa. Situasi geopolitik global juga berkontribusi pada ketakutan masyarakat yang berlebihan.

"Rasa takut masyarakat sering kali lebih besar daripada kondisi sebenarnya," ungkap Nevi, yang memperingatkan bahwa fenomena penimbunan dapat mengakibatkan antrean panjang di SPBU.

Ia ingin pemerintah meningkatkan komunikasi publik untuk mengurangi kesalahpahaman dan memastikan distribusi energi berjalan lancar dari kilang hingga SPBU.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU