Pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Dia menekankan bahwa dengan nilai tukar rupiah yang mulai mendekati Rp17 ribu per dolar AS, situasi ekonomi Indonesia berada di ambang krisis.
Kondisi Ekonomi yang Memprihatinkan
Dalam sebuah video di akun Instagramnya, Connie menjelaskan, 'Kondisi ini (nilai tukar rupiah menjadi 17 ribu per dolar AS) artinya Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan kita seperti sedang membawa diri ke dalam jurang.'
Perekonomian Indonesia, lanjutnya, sedang menghadapi tantangan yang signifikan, dan keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) yang dikendalikan oleh Amerika Serikat semakin memperparah kondisi.
Ia juga mencatat bahwa gejolak di Timur Tengah memiliki dampak yang nyata terhadap nilai tukar rupiah serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Ancaman Nilai Tukar Rupiah yang Meningkat
Connie memperingatkan akan potensi bencana ekonomi jika nilai tukar rupiah sampai pada angka Rp22 ribu per dolar AS. Ia menegaskan, 'Ketika seandainya Rupiah mencapai 22 ribu (per 1 dolar AS) dan itu tidak bisa kita tahan, maka Indonesia akan selesai.'
Lonjakan nilai tukar dolar, menurut Connie, dapat memicu krisis yang lebih dalam, yang berpotensi mengancam eksistensi negara.
Pakar ini menekankan pentingnya perhatian serius dari semua pihak terkait untuk mencegah krisis yang lebih besar.
Upaya Mencegah Krisis Ekonomi
Connie mengatakan bahwa ia telah melakukan diskusi dengan mantan menteri keuangan dan mantan Gubernur Bank Indonesia mengenai persoalan ini.
Diskusi tersebut bertujuan untuk mencari langkah-langkah antisipatif agar rupiah tidak semakin melemah di masa depan.
Dia menekankan bahwa semua upaya ini adalah bagian dari komitmennya untuk menjaga stabilitas Indonesia di tengah ancaman yang ada.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: