Rabu, 11 MARET 2026 • 11:16 WIB

Iran Pasti Lanjutkan Serangan Besar-Besaran ke Israel dan AS

Author

Iran Pasti Lanjutkan Serangan Besar-Besaran ke Israel dan AS

Iran telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan serangan terhadap Israel, terutama di kota-kota besar seperti Tel Aviv, menggunakan rudal dengan hulu peledak lebih dari satu ton.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Komandan Korps Garda Revolusi Iran, Hossein Majid, mengatakan bahwa serangan ini juga akan menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Strategi Militer Iran di Tengah Ketegangan

Dalam pernyataan yang disiarkan media Iran, Hossein Majid menjelaskan bahwa tidak ada lagi penggunaan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton, menandakan eskalasi strategi militer Iran.

Majid juga mengonfirmasi bahwa semua stok rudal kelas berat akan diluncurkan, menargetkan lokasi-lokasi yang dianggap sebagai ancaman, termasuk Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika.

Rudal dengan nama Ghadr, Emad, dan Fattah, termasuk Kheibar, pernah sukses diluncurkan dalam serangan sebelumnya, menunjukkan keberlanjutan rencana serangan mereka.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Keberhasilan Taktis dan Dampak Strategis

Serangan yang dilakukan IRGC menunjukkan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil menghindari sistem pertahanan udara, seperti Iron Dome dan THAAD yang dimiliki oleh Amerika Serikat.

Majid menegaskan bahwa serangan ini merupakan langkah strategis untuk 'meratakan' fasilitas militer Israel dan mengubah dinamika kekuatan di kawasan.

IRGC menolak untuk membuka ruang negosiasi dengan pihak luar, bahkan setelah pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut konflik di Iran hampir berakhir.

Respon Kekuatan Global dan Implikasi Masa Depan

IRGC memperingatkan bahwa keadaan masa depan di kawasan ini berada dalam kendali angkatan bersenjata mereka, dan menilai bahwa angkatan bersenjata Amerika tidak mampu menghentikan konflik yang berkepanjangan.

Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, di mana intervensi dari kekuatan asing semakin rumit.

Majid menegaskan, "Kamilah yang akan menentukan akhir perang," menunjukkan tekad Republik Islam Iran dalam menentukan arah konfliknya.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU