Selasa, 10 MARET 2026 • 13:40 WIB

Serangan Iran Lumat Infrastruktur Energi Israel, Warga Tel Aviv Kegelapan

Author

Serangan Iran Lumat Infrastruktur Energi Israel, Warga Tel Aviv Kegelapan

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah serangan rudal balistik yang menghantam infrastruktur energi Israel. Serangan ini menjadikan sebagian wilayah Tel Aviv mengalami pemadaman listrik, mengakibatkan situasi gelap gulita pada malam hari.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Salah satu target utama adalah Orot Rabin Power Station yang menyuplai hampir 20 persen kebutuhan listrik negara tersebut. Akibat serangan, banyak warga yang terpaksa menghadapi kegelapan dan kekhawatiran akan dampak lebih lanjut terhadap keamanan energi Israel.

Pembangkit Listrik yang Diserang

Orot Rabin Power Station, salah satu pembangkit besar di Israel yang terletak dekat Hadera, menjadi salah satu sasaran serangan. Dengan kapasitas 2.590 megawatt, pembangkit ini menyuplai hampir 20 persen kebutuhan listrik nasional Israel.

Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah pinggiran Tel Aviv, termasuk area komersial dan perumahan. Warga setempat melaporkan kejadian ini menyebabkan mereka mengalami ketidaknyamanan dan merasa terancam pada aspek keamanan energi.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Dampak Serangan Terhadap Infrastruktur Energi

Kilang minyak di Teluk Haifa Bay juga diserang, termasuk fasilitas pemurnian milik Bazan Group, yang menjadi faktor penting dalam pasokan energi. Serangan ini diyakini akan berdampak langsung pada ketahanan energi serta aktivitas ekonomi negara tersebut.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim tindakan ini sebagai balasan terhadap serangan sebelumnya terhadap infrastruktur energi Iran. Selain pembangkit listrik, fasilitas yang diserang sebelumnya termasuk depot bahan bakar di Tehran dan Provinsi Alborz.

Kondisi Darurat dan Reaksi Masyarakat

Pemadaman listrik yang meluas mengharuskan beberapa rumah sakit dan fasilitas penting beralih ke sumber daya cadangan. Gangguan ini juga memengaruhi sistem lampu lalu lintas, mengakibatkan transportasi publik terganggu.

Situasi kegelapan ini memperburuk kondisi psikologis warga yang sudah terbiasa dengan ketegangan dari konflik berlarut-larut. Masyarakat sering mendengar sirene tanda serangan udara dan harus berlindung di bunker.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU