Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri untuk membahas langkah-langkah strategis nasional jelang hari raya Lebaran. Rapat yang berlangsung di Hambalang, Bogor, pada 9 Maret 2026 ini menekankan pada evaluasi program swasembada pangan dan energi.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa fokus utama adalah memastikan kesiapan stok sebelum Idul Fitri. Hal ini menjadi penting demi menghindari kelangkaan dan lonjakan harga menjelang hari besar.
Agenda Utama Rapat
Rapat tersebut memiliki dua agenda utama yang menjadi fokus, yaitu evaluasi progres swasembada pangan dan energi. Teddy Indra Wijaya menyatakan, "Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah. Swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak."
Para menteri diharapkan dapat memberikan pembaruan terkini terkait kondisi masing-masing sektor. Hal ini penting agar semua program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Momen ini menjadi bagian dari perencanaan langkah-langkah selanjutnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan energi. Keberhasilan dalam kedua aspek ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat menyongsong hari raya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Kesiapan Menjelang Idul Fitri
Salah satu fokus penting yang dibahas dalam rapat adalah kesiapan menghadapi Idul Fitri 2026. Teddy mencatat, "Kesiapan Idulfitri: Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri."
Ketersediaan pangan dan energi dianggap sangat krusial, terutama ketika permintaan meningkat selama Lebaran. Pemerintah berupaya memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat mencegah kelangkaan dan lonjakan harga saat hari raya. Pemerintah ingin agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.
Peresmian Jembatan dan Infrastruktur Lainnya
Pada hari yang sama, Prabowo meresmikan 218 jembatan dari berbagai jenis sesuai kebutuhan. Ini termasuk jembatan bailey, aramco, dan perintis yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di Indonesia.
"Dengan mencugap bismillah, pada sore hari ini Senin 9 Maret 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembatan aramco, dan 82 jembatan perintis," ujar Prabowo saat peresmian.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu 2,5 bulan, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki konektivitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah terpencil.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: