Jumat, 06 MARET 2026 • 15:43 WIB

Indonesia Berupaya Jamin Keamanan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Author

Indonesia Berupaya Jamin Keamanan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sedang melakukan dialog dengan Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz. Langkah ini diambil akibat ketegangan geopolitik yang mengancam lalu lintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Koordinasi Diplomasi di Tengah Ketegangan

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengungkapkan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel membuat situasi di Selat Hormuz semakin berisiko bagi kapal-kapal yang melintas. Ia mengatakan, "Terkait dengan tanker Pertamina, hal tersebut sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di KBRI Teheran karena memang dialognya harus dilakukan dengan pihak di pemerintah Iran."

Santo juga menekankan betapa pentingnya diplomasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Iran untuk menjaga kepentingan Pertamina. "Kami berharap bahwa tanker Pertamina bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman meski situasi tetap panas," tambahnya.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Pengaruh Konflik Terhadap Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang situasi ini, mengatakan, "Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz, punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi."

Bahlil menegaskan bahwa meskipun dua kapal ini terjebak, hal itu tidak akan mengganggu ketahanan energi Indonesia. Pemerintah berusaha mencari alternatif energi dari Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Tindakan Protectif terhadap WNI dan Kepentingan Nasional

Dirjen Santo juga menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk bersiap menghadapi dampak dari dinamika konflik di Timur Tengah. Hal ini berpotensi mempengaruhi hubungan dagang antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Kemlu RI telah memperkuat koordinasi untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik serta mencari cara agar ketegangan tidak berdampak negatif pada stabilitas domestik. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga serta kepentingan nasional.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU