Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadapi potensi invasi darat oleh Amerika Serikat dan sekutu, termasuk Israel. Dalam wawancara di Teheran, Araghchi menegaskan keteguhan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Araghchi merespons potensi ancaman dengan mengatakan, "Kami menunggu mereka," dan menambahkan bahwa tindakan invasi akan berdampak buruk bagi AS dan sekutunya.
Kesiapan Pertahanan Iran
Dalam wawancara dengan NBC News, Abbas Araghchi mengungkapkan keyakinan akan kemampuan angkatan bersenjata Iran untuk merespons sejumlah skenario, termasuk serangan darat. "Kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka," ujarnya, menunjukkan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk meminta gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan.
Araghchi juga menegaskan pengalaman sebelumnya dalam perang tidak mengurangi semangat mereka untuk berjuang. "Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu," katanya, merujuk pada konflik yang terjadi tahun lalu.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Agresi Terhadap Warga Sipil
Menlu Iran tersebut juga menggarisbawahi insiden serangan oleh militer AS dan Israel yang menewaskan 171 anak-anak di sebuah sekolah dasar di Minab. Ia menuding kedua negara tersebut bertanggung jawab atas tragedi ini dan mempertanyakan moralitas tindakan mereka terhadap warga sipil.
"Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?" tanyanya, menekankan perlunya melindungi warga sipil di tengah konflik bersenjata.
Kekecewaan dalam Negosiasi
Araghchi mengungkapkan rasa kecewa atas proses negosiasi yang telah berlangsung, mencatat adanya pengkhianatan dari pihak AS. "Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terutama dengan pemerintahan ini," tegasnya, menunjukkan ketidakpercayaan Iran terhadap kelompok yang terlibat dalam dialog.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada alasan untuk kembali bernegosiasi dengan pihak-pihak yang tidak beritikad baik, serta menekankan pentingnya prinsip dalam setiap perundingan.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: