Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengumumkan putusan mengenai skandal yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Putusan ini mengikuti sidang yang berlangsung di Lausanne, Swiss pada 26 Februari 2026.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengalami penolakan terhadap banding yang diajukan, dengan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp 7,5 miliar yang tetap berlaku.
Penolakan Banding Asosiasi Sepakbola Malaysia
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengkonfirmasi penolakan banding yang diajukan oleh Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM). Dalam pernyataan resminya, CAS menyatakan, 'Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku.'
Keputusan ini menunjukkan komitmen CAS untuk memastikan keadilan dan integritas dalam dunia sepakbola. Denda yang dikenakan menekankan pentingnya mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh FIFA.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Keringanan Terkait Sanksi Pemain Naturalisasi
CAS memberikan sedikit keringanan kepada tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dalam skandal ini. Meskipun mereka dilarang bermain selama 12 bulan, mereka tetap diizinkan untuk berlatih dan terlibat dalam kegiatan non-resmi lainnya.
'Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi,' urai CAS dalam putusannya.
Latar Belakang Kasus dan Investigasi FIFA
Kasus ini dimulai pada tahun lalu ketika tujuh pemain naturalisasi Malaysia dicurigai terlibat dalam masalah administrasi terkait kewarganegaraan. Investigasi FIFA menemukan bahwa pemain-pemain tersebut tidak memiliki ikatan darah yang sah dengan Malaysia.
Di antara pemain yang terlibat adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Penyelidikan lebih lanjut oleh FIFA juga menemukan indikasi adanya pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan status kewarganegaraan mereka.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: