Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz tidak ditutup, dan tetap buka bagi semua lalu lintas. Ia menambahkan bahwa Iran hanya menerapkan protokol khusus di masa konflik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Saat memberikan penjelasan di kediaman dinasnya, Boroujerdi menjelaskan bahwa setiap pihak yang mematuhi protokol dapat dengan mudah melintasi selat strategis ini. Menurutnya, Iran berkewajiban menjaga keamanan Selat Hormuz untuk semua negara.
Keberadaan Selat Hormuz dalam Stabilitas Regional
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dijaga oleh Iran selama berabad-abad. Boroujerdi menegaskan, "Keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya," yang menggarisbawahi pentingnya saling menghormati dalam pelayaran.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada negara yang berhak mengeksploitasi rasa aman di selat tersebut. Menurutnya, pihak yang khawatir tentang penutupan Selat Hormuz harus melihat pada tindakan Amerika Serikat yang terlibat jauh di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran setelah serangan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari. Boroujerdi memperingatkan bahwa ketegangan ini bisa memperburuk situasi jika tidak ditangani secara bijaksana.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Reaksi Internasional terhadap Ketegangan
Setelah serangan tersebut, Israel merespons dengan menutup wilayah udaranya dan mengumumkan keadaan darurat. Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Laporan dari media internasional menyebutkan bahwa Israel bersiap menghadapi potensi serangan drone dan rudal dari Iran, yang menambah ketidakpastian di kawasan yang sudah bergejolak.
Sumber dari Agence France-Presse memberi tahu bahwa ledakan yang terdengar dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperlihatkan adanya tujuan strategis di balik serangan ini.
Peran Amerika Serikat dalam Konflik
Amerika Serikat juga dilaporkan terlibat dalam serangan tersebut, menciptakan kekhawatiran baik di dalam negeri maupun internasional. Beberapa pejabat AS menyatakan bahwa keterlibatan mereka bertujuan untuk memberikan tekanan terhadap Iran terkait program nuklirnya.
AS telah mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan ini, yang membuat situasi semakin tegang. Namun, langkah ini juga memicu kecemasan akan kemungkinan konfrontasi langsung yang lebih besar.
Boroujerdi menekankan bahwa keterlibatan asing ini tidak hanya mengganggu stabilitas regional, tetapi juga dapat mengancam keamanan global, terutama yang terkait dengan jalur perdagangan vital.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: