Kamis, 05 MARET 2026 • 15:36 WIB

Ketua MPR Ungkap Potensi Perubahan Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Author

Ketua MPR Ungkap Potensi Perubahan Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mengisyaratkan kemungkinan Indonesia mempertimbangkan untuk keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza. Pernyataan ini diungkapkan setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Dalam wawancara usai pertemuan, Muzani menjelaskan bahwa keputusan mengenai keanggotaan BoP dapat diambil dengan adanya kesepakatan bersama. Ia menekankan bahwa Indonesia sebelumnya bergabung dengan BoP untuk mendukung upaya kemerdekaan Palestina.

Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Ahmad Muzani mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sejumlah isu penting. Pertemuan ini berlangsung pada Rabu sore di Istana Kepresidenan.

Setelah pertemuan, Muzani menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah mengangkat isu kemungkinan keluar dari BoP dalam beberapa kesempatan. "Bagi Indonesia, masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden," ungkap Muzani.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Evaluasi Kembali Terhadap BoP

Muzani menambahkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BoP adalah untuk mempercepat kemerdekaan Palestina. "BoP adalah bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina dan pembangunan, rekonstruksi, rehabilitasi Palestina," jelasnya.

Namun, ia mengakui situasi internasional yang makin rumit, khususnya terkait serangan sepihak dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. "Ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau (Presiden) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas," tambah Muzani.

Diskusi Kebangsaan di Istana Merdeka

Acara diskusi di Istana Merdeka dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo. Diskusi ini menghasilkan berbagai pandangan mengenai isu-isu global yang sedang berlangsung.

"Presiden menjelaskan tentang detail persoalan yang Beliau pahami, yang Beliau ketahui tentang perkembangan global," kata Muzani. Hal ini menunjukkan bahwa diskusi tersebut sangat berguna dalam memberikan masukan kepada Presiden.

Muzani juga menyampaikan bahwa saran dari para tokoh sangat berarti bagi Presiden Prabowo dalam menentukan langkah ke depan. "Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran," tutup Muzani.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU