Pertikaian antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kembali memanas dengan serangan terbaru di Teheran pada hari keenam konflik. Ledakan besar terdengar di ibu kota Iran sejak tengah malam waktu setempat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Jurnalis dari Al Jazeera melaporkan bahwa warga setempat terbangun akibat suara gemuruh yang terus berlanjut, tetapi informasi tentang target serangan belum diumumkan.
Kondisi Terkini di Teheran
Serangan intensif yang dimulai sejak tengah malam mengganggu rutinitas warga, dengan kepanikan melanda ibu kota. "Warga Iran kembali terbangun pada hari keenam serangan AS dan Israel yang berlanjut," lapor Al Jazeera.
Seorang jurnalis melaporkan, "Kami menyaksikan gelombang serangan ini dimulai dan sejam lalu kami mendengarkan ledakan besar dari arah timur ibu kota dan bahkan merasakan gelombang kejutnya di tempat kami berada."
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dampak Serangan di Seluruh Iran
Tidak hanya Teheran, serangan juga dilaporkan terjadi di kota-kota berbasis Kurdi seperti Sanandaj, Saqqez, dan Bukan. Laporan menunjukkan lebih dari 150 kota di Iran menjadi lokasi target serangan oleh AS dan Israel.
Panglima Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa mereka akan terus melancarkan serangan balasan terhadap target-target tersebut, menandakan bahwa situasi ini belum mencapai titik akhir.
Kendala Informasi Mengenai Target Serangan
Ketidakpastian mengenai target yang dibombardir dalam serangan ini menambah ketegangan. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai tujuan serangan yang berpotensi memperburuk situasi di kawasan ini.
Pihak militer Iran terus memberikan pembaruan terkait agresi militer tersebut dan bersiap untuk melaksanakan retaliasi dalam waktu dekat, menandakan adanya kemungkinan eskalasi konflik lebih lanjut.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: