Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan komunikasi dengan pemimpin negara-negara di kawasan Teluk dampak dari krisis antara Iran dan Israel.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Upaya ini bertujuan untuk mempertimbangkan peran Indonesia sebagai mediator di tengah meningkatnya konflik bersenjata yang mengkhawatirkan kawasan.
Upaya Diplomasi di Tengah Krisis
Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Sugiono menyatakan bahwa komunikasi penting sudah dilakukan oleh Presiden Prabowo. 'Sudah, sudah telepon (negara-negara Teluk, red). (Semua, red) Sudah telepon,' jelasnya.
Negara-negara yang telah dihubungi mencakup Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Sugiono menambahkan, komunikasi dengan Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi masih menunggu penjadwalan waktu yang cocok.
'Sudah telepon dan masih menunggu waktu MBS, belum bisa ketemu waktunya,' tambah Sugiono, tanpa merinci isi pembicaraan yang bersifat komunikasi antarkepala negara.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Kekhawatiran Keamanan di Kawasan Teluk
Eskalasi konflik antara Iran dan Israel telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara Teluk yang terpengaruh. Hal ini mencakup potensi ancaman keamanan dan stabilitas kawasan yang lebih luas.
Banyak pemimpin negara di kawasan Teluk mengkhawatirkan konsekuensi dari ketegangan yang meningkat, mengingat hubungan kompleks antara Iran, Israel, dan kekuatan besar lainnya di dunia.
Sugiono menegaskan pentingnya menjaga saluran komunikasi untuk meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik lebih lanjut.
Peran Indonesia sebagai Mediator
Presiden Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam penyelesaian sengketa internasional.
Sugiono menegaskan, 'Kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator, terutama jika kedua belah pihak, Iran dan Amerika Serikat, menyatakan keinginan untuk membuka ruang mediasi.'
Langkah ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang berfokus pada diplomasi dan mediasi untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: