Rabu, 04 MARET 2026 • 13:53 WIB

Perekonomian Indonesia Berdaya Tahan di Tengah Ketegangan Global

Author

Perekonomian Indonesia Berdaya Tahan di Tengah Ketegangan Global

Perekonomian Indonesia diharapkan tetap tumbuh sebesar 5,4% meskipun tengah menghadapi ketegangan global. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dalam acara Indonesia Economic Forum 2026.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Dia menjelaskan bahwa simulasi risiko menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah tidak akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara ini secara signifikan.

Analisis Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini diperkirakan tetap berada di atas 5%, dengan proyeksi mendekati 5,4%. Juda Agung menyampaikan bahwa kementeriannya telah melakukan simulasi risiko untuk memberikan perkiraan yang optimis meskipun potensi skenario ekstrem tetap ada.

Dalam acara Indonesia Economic Forum 2026, ia juga menekankan pentingnya kesiapan ekonomi domestik untuk menghadapi tantangan dari ketegangan internasional. Analisis mendalam telah dilakukan untuk memastikan perekonomian tetap stabil dan tidak terpengaruh dalam skenario buruk.

Juda mencatat bahwa, meskipun ada ketidakpastian dari skenario terburuk yang mungkin terjadi, hal ini dianggap tidak realistis untuk dimasukkan dalam proyeksi pertumbuhan saat ini.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Peran BPI Danantara dalam Pengelolaan Ekonomi

Keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara diakui sebagai salah satu faktor pendukung daya tahan ekonomi Indonesia. Juda Agung menekankan bahwa BPI Danantara berperan sebagai motor utama dalam penggerakan investasi.

"Danantara sekarang ini part of macroeconomic management dari Indonesia," ujarnya. Fokus pemerintah untuk mendorong konsumsi dan belanja publik juga merupakan bagian dari strategi menjaga pertumbuhan.

Melalui BPI Danantara, pemerintah fokus pada sektor-sektor utama, termasuk konsumsi masyarakat dan belanja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Investasi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Juda Agung menjelaskan bahwa investasi dalam negeri kini mendominasi berkat upaya BPI Danantara, yang menunjukkan kontribusi signifikan ekonomi lokal terhadap pertumbuhan nasional. Dari sektor ini, perekonomian dalam negeri semakin berdaya saing.

Selain itu, pemerintah juga mengakui pentingnya investasi dari luar negeri sebagai dukungan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor eksternal ini tetap dihitung dalam kebijakan ekonomi saat ini.

Ada upaya untuk memperkuat sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU