Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur hingga 10 Maret 2026.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan hujan es.
Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
Menurut Taufiq Hermawan, saat ini Jawa Timur tengah berada dalam fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau, yang berpotensi meningkatkan aktivitas cuaca ekstrem.
Wilayah yang diprediksi bakal mengalami cuaca ekstrem mencakup Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan sejumlah kota lainnya seperti Surabaya dan Batu.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Fenomena Atmosfer yang Memicu Cuaca Ekstrem
Taufiq menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh gangguan atmosfer yang kompleks, termasuk gelombang atmosfer dan suhu permukaan laut yang tinggi.
Selain itu, gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan konvergensi angin turut berkontribusi pada pembentukan awan hujan masif di wilayah tersebut.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat berakibat serius.
Warga di area rawan bencana dianjurkan untuk lebih berhati-hati, terutama di daerah dengan topografi curam, seperti lereng gunung dan perbukitan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: