Selasa, 03 MARET 2026 • 13:41 WIB

Bela Diri Iran: Tanggapan Terhadap Ancaman AS dan Israel

Author

Bela Diri Iran: Tanggapan Terhadap Ancaman AS dan Israel

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan posisi Teheran yang selalu menghormati negara tetangga tanpa mengancam mereka. Agresi AS dan Israel, menurutnya, merupakan pelanggaran serius terhadap integritas wilayah Iran.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Boroujerdi menambahkan bahwa konflik yang terjadi saat ini adalah tanggung jawab langsung dari Amerika Serikat dan Israel, dan Iran memiliki hak untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional yang diatur dalam Piagam PBB.

Pernyataan Resmi Dubes Iran

Dalam konferensi pers pada 2 Maret 2026 di Jakarta, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Iran tidak membawa ancaman bagi negara-negara tetangga. "Kami tidak pernah mengancam negara tetangga kami secara spesifik, tetapi kami memberikan penghormatan terhadap negara-negara tetangga dan sangatlah menghormati mereka," ujarnya.

Dubes ini menyoroti bahwa Amerika Serikat dan Israel adalah pihak yang bertanggung jawab atas peningkatan ketegangan yang saat ini terasa. "Karena bagi kami, musuh kami hanyalah Amerika Serikat dan Israel," tegas Boroujerdi.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Pandangan Iran Terhadap Agresi AS dan Israel

Boroujerdi menggambarkan serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel sebagai pelanggaran terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah suatu negara. Ia menyatakan, tindakan ini adalah agresi terang-terangan terhadap Iran.

Ia juga mengungkapkan bahwa Iran berhak menggunakan hak bela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. "Iran memiliki hak untuk menanggapi dan memberikan respons nyata dan sah atas serangan yang telah diterimanya," ungkapnya.

Serangan Balik Terhadap Basis Militer AS

Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran telah melakukan serangan terhadap beberapa basis militer AS yang dianggap sebagai sumber ancaman. "Amerika Serikat memiliki basis militer di berbagai negara tetangga, dimana kami memiliki hubungan baik dengan negara-negara tetangga kami," jelasnya.

Ia melanjutkan, serangan ini merupakan bentuk pembalasan terhadap lokasi-lokasi yang menjadi sumber penyebaran serangan. "Tetapi basis militer yang berasal dari suatu negara tertentu merupakan wilayah negara tertentu dan kami melakukan pembalasan terhadap basis militer yang mana merupakan tempat dimana penyerangan ini berasal dari sana," tuturnya.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU