Selasa, 03 MARET 2026 • 11:12 WIB

Keluarga Rio Ferdinand Menghadapi Ketegangan di Bawah Tanah di Tengah Konflik Iran-AS

Author

Keluarga Rio Ferdinand Menghadapi Ketegangan di Bawah Tanah di Tengah Konflik Iran-AS

Mantan pemain tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, bersama keluarganya terpaksa mencari perlindungan di ruang bawah tanah di Dubai akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Serangan peluru kendali AS ke Teheran telah menciptakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk Dubai, menyebabkan banyak warga merasakan dampaknya secara langsung.

Kondisi Terkini di Dubai Setelah Serangan

Konflik bersenjata yang dimulai pada 28 Februari 2026 antara Iran dan Amerika Serikat telah membawa dampak signifikan bagi seluruh kawasan Timur Tengah. Serangan udara yang dilancarkan Iran sebagai respons terhadap serangan AS telah membuat situasi di Dubai semakin tidak menentu.

Rio Ferdinand, yang telah menetap di Dubai bersama keluarganya sejak musim panas 2025, merasakan dampak langsung dari situasi yang mencekam ini. Ia mencatat bahwa meski banyak figur publik tinggal di Dubai, ketidakpastian ini membuat kota tersebut terasa kurang nyaman bagi mereka.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Pengalaman Menegangkan yang Dihadapi Ferdinand

Ferdinand menggambarkan minggu terakhir sebagai periode yang sangat berbeda dan penuh ketegangan. Ia berbagi, "Minggu ini berbeda bagi saya, jujur saja. Pertama, saya dalam kondisi prima pagi ini karena seluruh keluarga berolahraga."

Dia menyebutkan bahwa suara dentuman bom dan pesawat tempur juga membuatnya merasa terancam. Ferdinand menekankan pentingnya menjelaskan situasi kepada anak-anaknya dan berusaha tetap tenang sebagai ayah.

Kekhawatiran ini bukan hanya bagi Ferdinand, tetapi juga bagi banyak warga Dubai yang merasakan ketidakpastian dan ketakutan atas apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tindakan Antisipasi yang Dilakukan oleh Ferdinand

Di tengah situasi yang mengkhawatirkan ini, Ferdinand mengambil langkah waspada dengan mengungsi bersama keluarganya ke studio yang telah dipersiapkan sebagai bunker. "Jujur saja, situasinya agak menakutkan, tetapi anehnya di saat yang sama saya merasa sangat aman dan terlindungi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mereka tidur di ruang bawah tanah dengan perlengkapan darurat, termasuk selimut tebal untuk menjaga kehangatan. Ferdinand mengaitkan pengalaman ini dengan masa-masa sulit saat pandemi Covid-19 melanda, menunjukkan bagaimana ketidakpastian dapat mengubah kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU