Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi untuk tetap waspada terkait potensi erupsi yang mungkin terjadi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Imbauan ini dikeluarkan setelah terjadinya erupsi pada Selasa, 3 Maret 2026, meskipun tidak terdapat tinggi kolom abu yang teramati.
Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi
Gunung Marapi kini berada pada Status Level II (Waspada), yang menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diperhatikan.
Erupsi yang terjadi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 mm pada pukul 02.19 WIB.
Meskipun durasi erupsi berlangsung sekitar 1 menit 25 detik, tinggi kolom abu tidak teramati. Hal ini menggambarkan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini.
Badan Geologi berkomitmen untuk terus memantau aktivitas gunung berapi dan menginformasikan potensi bahaya yang mungkin timbul dari aktivitas vulkanik.
Rekomendasi bagi Masyarakat
Dalam rangka antisipasi, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan pendaki tidak memasuki wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Masyarakat yang hidup di sekitar aliran sungai yang berawal dari Gunung Marapi juga diimbau untuk mewaspadai potensi lahar dan banjir lahar, terutama saat musim hujan.
Disarankan untuk menggunakan masker saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan kesehatan pernapasan.
Badan Geologi menekankan pentingnya menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif dan menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya.
Pemantauan dan Koordinasi
Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi diharapkan untuk berkoordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, serta Kabupaten Tanah Datar dan Agam sangat disarankan untuk bekerja sama dalam memantau situasi.
Kemajuan aktivitas Gunung Marapi dapat dipantau melalui beberapa saluran resmi, termasuk website Badan Geologi, situs PVMBG, dan aplikasi Magma Indonesia.
Informasi terkini juga dapat diakses melalui media sosial PVMBG, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi risiko yang tepat.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: