Sebuah studi menarik baru-baru ini mengklaim bahwa badai Matahari dapat berpotensi memicu gempa bumi di Bumi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Temuan ini merujuk pada perubahan ionosfer yang mungkin berpengaruh pada keberadaan zona patahan yang rawan gempa.
Dampak Badai Matahari pada Ionosfer
Studi ini menyebutkan bahwa badai Matahari dapat mengganggu ionosfer, yaitu lapisan atmosfer yang diisi dengan partikel bermuatan listrik. Gangguan ini dapat mempengaruhi stabilitas di garis patahan yang berpotensi menyebabkan gempa bumi.
Para peneliti berdalih bahwa perubahan dalam ionosfer bisa meningkatkan gaya listrik dalam kerak Bumi. Jika kebenaran dari hubungan ini terbukti, maka akan ada perubahan paradigma dalam pemahaman risiko gempa bumi yang selama ini dianggap sepele.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Tanggapan Terhadap Metodologi Penelitian
Meski menemukan minat, tidak semua ilmuwan setuju dengan hasil penelitian ini. Beberapa peneliti berpendapat bahwa model yang digunakan terlalu disederhanakan dan tidak mencerminkan kondisi geologi yang lebih kompleks.
Victor Novikov, seorang geofisikawan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menyatakan, "Hasil pengamatan yang ada tidak menyokong ide yang diusulkan dalam penelitian ini." Menurutnya, model yang diterapkan mengabaikan resistansi lapisan batuan yang seharusnya menahan medan listrik.
Gempa dan Cuaca Antariksa
Studi ini juga mencoba menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivasi letusan matahari dengan gempa bumi tertentu. Salah satu contoh mencolok adalah gempa di Semenanjung Noto pada tahun 2024 yang terjadi bersamaan dengan aktivitas letusan matahari yang tinggi.
Walau banyak ilmuwan skeptis mengenai hubungan ini, mereka sepakat bahwa penelitian lanjut masih diperlukan. Peneliti menekankan bahwa masih ada kemungkinan untuk menemukan hubungan antara cuaca antariksa dan fenomena geologis di masa depan.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: