Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:21 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Es Buah dan Gorengan Saat Berbuka Puasa

Author

Bahaya Tersembunyi di Balik Es Buah dan Gorengan Saat Berbuka Puasa

Momen berbuka puasa di bulan Ramadan sering diwarnai oleh konsumsi es buah dan gorengan. Meskipun terlihat menggugah selera, kedua hidangan ini menyimpan risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Konsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan serius, termasuk obesitas dan penyakit jantung. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai risiko ini sangat penting bagi setiap individu.

Es Buah: Kesegaran yang Menyimpan Risiko

Es buah sering kali menjadi pilihan utama saat berbuka, membawa ragam buah segar yang menggiurkan. Meskipun menyegarkan, perhatian terhadap kebersihan dan kualitas bahan adalah suatu keharusan.

Banyak es buah disajikan dengan tambahan pemanis seperti sirup dan susu kental manis yang dapat meningkatkan kadar gula. 'Konsumsi berlebihan dapat berpengaruh pada kadar glukosa darah, terutama bagi penderita diabetes'.

Selain itu, penggunaan buah yang tidak dicuci dengan baik berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, pemilihan tempat dan kualitas es buah sangat menentukan keamanan dan kesehatannya.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Gorengan: Lezat Namun Berkalori Tinggi

Gorengan telah menjadi makanan yang umum dijumpai saat berbuka puasa. Walaupun menyenangkan, gorengan biasanya kaya akan lemak jenuh dan kalori tinggi.

Proses penggorengan tidak hanya meningkatkan kalori, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan jantung. Menurut ahli gizi, 'konsumsi gorengan secara rutin bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung'.

Konsumen yang tidak memperhatikan porsi mungkin mengalami kenaikan berat badan akibat buah yang kaya kalori ini. Oleh karena itu, penting untuk mengatur konsumsi gorengan dalam batasan yang wajar dan sehat.

Tips Sehat Saat Berbuka Puasa

Untuk menjaga kesehatan selama berbuka puasa, disarankan memilih makanan bernutrisi seperti salad buah yang tidak menggunakan tambahan gula. Metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang juga patut dipertimbangkan.

Cukupnya asupan air putih sangat penting untuk menjaga hidrasi tubuh setelah berpuasa. Menghindari minuman manis dan berkafein dapat menjadi langkah bijak untuk mencegah dehidrasi.

Mengatur porsi makan juga merupakan hal penting. Mengonsumsi dalam porsi kecil sambil menyeimbangkan antara karbohidrat, protein, dan serat dapat membantu mengontrol pencernaan dan menjaga kadar energi dalam tubuh.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU