Buka puasa sering kali identik dengan hidangan manis yang menggoda, seperti minuman dan kue-kue spesial. Namun, kebiasaan mengonsumsi gula berlebih saat berbuka dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dokter Rina, seorang ahli gizi, memperingatkan di media sosial bahwa pola makan yang tidak seimbang selama Ramadhan berdampak negatif pada kesehatan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai risiko yang mungkin timbul dari kebiasaan ini.
Gula dan Energi Instan
Saat berbuka, banyak orang memilih makanan manis untuk mendapatkan energi cepat. Namun, terlalu banyak gula justru dapat membuat tubuh merasa lemas setelah memulai kembali aktivitas.
Lonjakan kadar gula darah akibat konsumsi makanan manis sering diikuti penurunan cepat, menyebabkan rasa lelah meski baru saja mengisi energi.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan
Konsumsi gula berlebihan tidak hanya berisiko dalam jangka pendek tetapi juga berkaitan dengan berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2 dan obesitas. Peneliti dari Universitas Indonesia mengidentifikasi tren konsumsi gula yang meningkat sebagai salah satu faktor utama masalah kesehatan dalam masyarakat.
Risiko terhadap kesehatan kardiovaskular juga mengkhawatirkan. Kadar gula tinggi dapat menyebabkan peningkatan lemak dalam darah, memicu masalah jantung di kemudian hari.
Alternatif Sehat untuk Berbuka
Sebagai alternatif, mengkonsumsi buah-buahan segar atau kurma saat berbuka adalah pilihan yang lebih baik. Buah-buahan mengandung gula alami serta serat, yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan.
Penting juga untuk memperhatikan asupan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum, yang memberikan energi bertahap dan stabil. Mengadopsi pola makan seimbang selama Ramadhan memastikan kita tetap sehat dan bugar.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: