Dehidrasi merupakan masalah serius yang dapat dihadapi remaja saat menjalani puasa, terutama di bulan Ramadan. Tanpa asupan cairan yang memadai, kesehatan mereka bisa terancam.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Ketidakcukupan cairan dapat berakibat pada penurunan konsentrasi, kelelahan, dan gangguan fungsi tubuh. Artikel ini akan mengupas risiko dehidrasi dan langkah-langkah pencegahannya.
Mengapa Remaja Rentan Terhadap Dehidrasi
Aktivitas fisik yang tinggi, seperti olahraga, adalah salah satu penyebab utama remaja membutuhkan lebih banyak cairan. Tanpa perhatian yang cukup, kehilangan cairan melalui keringat dapat mengarah pada dehidrasi.
Cuaca panas juga berperan signifikan dalam meningkatkan risiko dehidrasi. Selama bulan puasa, waktu makan yang terbatas membuat remaja cenderung kesulitan untuk memenuhi kebutuhan cairan harian mereka.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Gejala Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai
Gejala dehidrasi pada remaja bisa berupa kehausan berlebihan, mulut kering, dan kelelahan. Jika tidak diatasi dengan cepat, kondisi ini bisa memicu pusing atau bahkan pingsan.
Kondisi fisik yang menurun juga dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi dan penurunan performa dalam belajar. Remaja yang mengalami gejala ini sebaiknya segera mendapat asupan cairan.
Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa
Strategi pertama yang efektif adalah memulai sahur dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan cairan, seperti buah-buahan dan sup. Selain itu, minum air yang cukup hingga waktu imsak juga penting untuk menjaga hidrasi.
Setelah berbuka, remaja disarankan untuk terus menghidrasi dengan cara minum air secara bertahap. Menghindari konsumsi minuman berkafein dan beralkohol juga sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: