Alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2026 telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan DPR RI dengan total mencapai Rp 769,1 triliun. Anggaran ini mencakup 20 persen dari total APBN yang akan diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tidak akan mengurangi program pendidikan lainnya.
Rincian Alokasi Anggaran Pendidikan
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dari total anggaran pendidikan yang disetujui, sebesar Rp 223,5 triliun akan dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis. "Nah, di tahun ini Rp 769,1 triliun itu 20 persen. Dan itu anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan itu apa? Banyak isinya, peruntukannya," tambahnya.
Alokasi anggaran ini telah disepakati dalam sidang rapat antara pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR yang berlangsung setahun lalu. Teddy juga menginformasikan bahwa ketua Badan Anggaran berasal dari PDI-P, yang menunjukkan adanya kesepakatan di antara para pemangku kepentingan.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Program Makan Bergizi Gratis sebagai Fondasi Pendidikan
Menurut Teddy, program Makan Bergizi Gratis bertujuan lebih dari sekadar penyediaan makanan, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. "Semua hal itu adalah, termasuk MBG, adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak akan mengurangi anggaran pendidikan di bidang lainnya. "Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang," jelas Teddy.
Klarifikasi dari PDI-P Mengenai Anggaran
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P, My Esti Wijayati, menambahkan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis diambil dari pos anggaran pendidikan. Dalam sebuah konferensi pers, Esti menyatakan, "Di dalam lampiran APBN yang berupa Peraturan Presiden, itu juga secara jelas dinyatakan bahwa Rp 769 triliun anggaran pendidikan itu di antaranya digunakan untuk MBG sebanyak sebesar Rp 223,5 triliun."
Esti menuturkan bahwa penjelasan ini perlu disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari kader di daerah terkait informasi yang beredar di media. "Nah, karena di bawah sudah mulai muncul pertanyaan-pertanyaan itu, maka kiranya kami juga perlu menjelaskan secara terbuka supaya kita menyampaikan kebenaran sesuai dengan data-data yang ada di dalam APBN," pungkasnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: