Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberikan penjelasan mengenai isu kekurangan pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah rencana pemerintah untuk mengurangi kuota produksi batu bara.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Yuliot menegaskan bahwa pasokan batu bara seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan PLTU di Indonesia. Kewajiban penjualan batu bara untuk pasar domestik (DMO) diperkirakan akan meningkat pada tahun 2026.
Kondisi Pasokan Batu Bara
Yuliot Tanjung menegaskan bahwa seharusnya pasokan batu bara untuk PLTU di Indonesia dapat mencukupi. Dalam interaksi dengan PLN, Kementerian ESDM telah memetakan kebutuhan batu bara untuk memastikan distribusi yang optimal.
Menurut pernyataannya, kewajiban penjualan batu bara untuk pasar domestik, atau Domestic Market Obligation (DMO), untuk tahun 2026 diprediksi akan meningkat menjadi sekitar 30% dari total produksi.
Dengan peningkatan DMO ini, pemerintah berharap ketersediaan batu bara dapat lebih terjamin bagi pembangkit dalam negeri.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Distribusi Batu Bara ke PLTU
Yuliot menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama adalah distribusi batu bara dari lokasi tambang ke PLTU. Pemesanan batu bara yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah keterlambatan dalam pendistribusiannya.
Ia menambahkan bahwa setiap pembangkit harus memiliki cadangan energi primer minimal selama 20 hari. Hal ini berarti sistem pemesanan dan pengiriman batu bara perlu dikoordinasikan dengan baik.
Jika ada keterlambatan dalam pengiriman, operasional PLTU dapat terganggu, yang akan berimbas pada penyediaan listrik secara keseluruhan.
Prioritas Energi Primer di Dalam Negeri
Yuliot menekankan perhatian Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terhadap pentingnya memastikan pasokan energi primer dalam negeri tidak terganggu. Gangguan pada suplai batu bara dapat berimbas pada ketersediaan listrik secara keseluruhan.
Selain batu bara, ia juga menyebutkan ketersediaan LNG untuk pembangkit sebagai prioritas, termasuk pasokan gas yang digunakan melalui pipa.
Dengan langkah-langkah ini, Kementerian ESDM berupaya untuk menjaga kestabilan pasokan energi dalam negeri.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: