Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 13:27 WIB

Ketegangan Meningkat: Pakistan Mengumumkan Perang Terbuka Terhadap Afghanistan

Author

Ketegangan Meningkat: Pakistan Mengumumkan Perang Terbuka Terhadap Afghanistan

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan telah mencapai titik kritis dengan adanya serangan udara besar-besaran oleh militer Pakistan pada 27 Februari 2026.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa negara mereka kini memasuki fase 'perang terbuka' melawan Taliban, menandai eskalasi konflik yang telah berlangsung lama.

Serangan Udara Pakistan ke Kabul dan Provinsi Lainnya

Serangan udara pertama oleh militer Pakistan terjadi pada pukul 01.50 dini hari waktu setempat, menargetkan ibu kota Afghanistan, Kabul.

Gelombang serangan kedua muncul, yang mendorong pasukan anti-pesawat Afghanistan berusaha mengalihkan serangan tersebut.

Selain di Kabul, serangan juga dilaporkan mengincar basis militer di Kandahar dan Paktia, dan menteri informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengklaim berhasil mengalahkan 133 milisi Taliban.

'Sembilan posisi Taliban telah direbut dan 27 lainnya dihancurkan, sementara serangan Pakistan masih terus berlanjut,' tambahnya.

Reaksi dan Kontra Serangan dari Taliban

Sebagai respons, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi bahwa Taliban telah meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Pakistan di Kandahar dan Helmand.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Menurut sumber militer Afghanistan, serangan balasan itu mengakibatkan tewaskannya 10 tentara Pakistan.

Pemerintah Afghanistan menganggap tindakan itu sebagai balasan atas serangan sebelumnya dari Pakistan, sementara Pakistan mengklaim serangan pada 22 Februari menewaskan 70 milisi, yang dibantah oleh pihak Afghanistan dengan menyatakan bahwa korban adalah warga sipil.

Kondisi di perbatasan terus memburuk, dengan lebih dari 70 orang tewas dari kedua belah pihak sejak Oktober 2025.

Pernyataan dan Penyebab Ketegangan

Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan respons terhadap agresi Taliban, yang dianggap sebagai 'proksi' India, rival utama Pakistan.

'Kami melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui jalur langsung maupun negara-negara sahabat,' ungkap Asif.

Di sisi lain, pejabat Afghanistan menegaskan bahwa situasi ini memberikan dampak negatif bagi warga sipil yang terjebak dalam konflik, dengan mereka mengkritik adanya provokasi dari pihak Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menekankan bahwa setiap agresi akan dibalas dengan respons setimpal, dan menegaskan, 'Tidak akan ada kelonggaran dalam membela tanah air tercinta.'

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU