Flu dan pilek adalah masalah kesehatan yang sering diderita anak-anak, khususnya saat pergantian musim.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penting untuk mengetahui kapan kondisi ini memerlukan tindakan medis agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Gejala Flu dan Pilek pada Anak
Flu dan pilek memiliki banyak gejala yang mirip, antara lain batuk, pilek, demam, dan rasa lelah. Namun, membedakan antara keduanya sangat penting untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.
Gejala pilek biasanya lebih ringan dan dapat sembuh dengan istirahat yang cukup serta perawatan mandiri di rumah. Sebaliknya, flu cenderung berhubungan dengan demam tinggi dan nyeri tubuh yang lebih signifikan.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Ada beberapa indikasi yang menandakan perlunya berkonsultasi dengan dokter. Salah satunya adalah jika anak mengalami demam tinggi yang tak kunjung reda.
Jika demam anak melebihi 38 derajat Celsius selama lebih dari tiga hari, sebaiknya segera menghubungi tenaga medis. Selain itu, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan keluhan anak yang tampak lemas bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Pencegahan dan Perawatan di Rumah
Pencegahan adalah langkah terbaik dalam menjaga kesehatan anak. Mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur dan menghindari kontak dengan orang yang sakit dapat mengurangi risiko terpapar virus.
Dalam hal perawatan di rumah, sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan cukup cairan, istirahat yang cukup, dan asupan makanan bergizi. Langkah-langkah ini berkontribusi pada pemulihan yang lebih cepat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: