Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 16:24 WIB

Menyiasati Nyeri Otot Pasca-Berolahraga: Topikal atau Oral?

Author

Menyiasati Nyeri Otot Pasca-Berolahraga: Topikal atau Oral?

Nyeri otot setelah berolahraga sering kali menjadi masalah yang dihadapi banyak orang, dan pilihan pengobatan pun menjadi bingung. Banyak yang mempertanyakan antara memanfaatkan obat topikal atau minum obat untuk mengatasinya.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Kondisi ini, yang dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS), umumnya muncul setelah aktivitas fisik berat dan pemahaman pilihan pengobatan yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan.

Apa Itu Nyeri Otot Setelah Olahraga?

Nyeri otot pasca-olahraga sering dirasakan 24 hingga 48 jam setelah melakukan aktivitas berat. Ini disebabkan oleh kerusakan kecil pada serat otot selama latihan, yang merupakan bagian dari proses pemulihan alami.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik pemula maupun atlet berpengalaman, terutama setelah mengubah rutinitas latihan atau meningkatkan intensitas. Banyak yang mencari solusi untuk mengurangi ketidaknyamanan yang muncul akibat nyeri ini.

Obat Topikal: Alternatif untuk Nyeri Otot

Obat topikal terdiri dari produk yang digunakan dengan cara dioleskan langsung ke kulit. Bentuknya bisa berupa salep atau gel yang mengandung bahan aktif seperti menthol atau capsicum.

Obat ini bekerja dengan memberikan efek dingin atau hangat yang dapat membantu meredakan rasa sakit di area yang terkena. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan obat topikal dapat memberikan hasil yang cepat bagi sebagian orang.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

"Obat topikal dapat memberikan rasa lega tanpa harus melalui sistem pencernaan, sehingga efek sampingnya cenderung lebih sedikit," ungkap Dr. Ahmad, seorang fisioterapis.

Walau demikian, penting untuk diingat bahwa obat topikal mungkin tidak mencukupi untuk kasus nyeri yang lebih parah dan tidak efektif dalam mengatasi peradangan di seluruh tubuh.

Obat Minum: Kapan Harus Memilih Ini?

Obat minum seperti ibuprofen atau paracetamol biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri yang lebih luas dan peradangan. Cara kerja obat ini adalah dengan mempengaruhi reseptor nyeri di tubuh.

Penggunaan obat minum bisa lebih efektif dalam situasi tertentu, terutama jika rasa nyeri cukup mengganggu aktivitas harian. Beberapa orang juga merasa lebih nyaman menelan obat dibandingkan harus mengoleskan salep.

Namun, perlu diperhatikan bahwa konsumsi obat melalui mulut bisa menyebabkan efek samping pada sistem pencernaan jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasi dokter sebelum rutinitas penggunaan obat.

"Keseimbangan antara menggunakan obat topikal dan minum sangat penting, dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing," tambah Dr. Ahmad.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU