Dua mantan pegawai Google bersama seorang anggota keluarga telah ditangkap dengan tuduhan pencurian rahasia dagang, yang dapat berujung pada hukuman penjara hingga 20 tahun. Mereka diduga mencuri file sensitif terkait prosesor Tensor yang digunakan dalam ponsel Pixel.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Samaneh Ghandali, saudarinya Soroor Ghandali, dan suami Samaneh, Mohammadjavad Khosravi, yang semuanya merupakan warga negara Iran, kini menghadapi 14 tuduhan, termasuk pencurian dan penghancuran bukti.
Dakwaan dan Rincian Kasus
Ketiga individu tersebut dituduh melakukan konspirasi untuk mencuri file rahasia dagang milik Google. Proses penangkapan berlangsung pada 19 Februari di San Jose, California, saat mereka dibawa ke pengadilan federal.
Samaneh Ghandali, seorang insinyur hardware, dan saudarinya, Soroor Ghandali, yang pernah menjadi pegawai magang, semuanya terlibat dalam kasus ini. Mohammadjavad Khosravi, suami Samaneh, meskipun tidak pernah bekerja di Google, diduga ikut berkontribusi dalam pencurian tersebut.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Tindakan Keamanan Google
Juru bicara Google, José Castañeda, menjelaskan tentang langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat keamanan informasi. "Kami telah memperkuat langkah-langkah pengamanan untuk melindungi informasi rahasia kami dan segera memberitahukan pihak berwenang setelah menemukan insiden ini," ujarnya.
Kejadian ini terdeteksi oleh keamanan internal perusahaan yang menemukan aktivitas mencurigakan. Samaneh Ghandali dilaporkan mengirimkan lebih dari 300 berkas rahasia dagang ke aplikasi komunikasi pihak ketiga, dengan Soroor juga terlibat dalam pengiriman 34 berkas.
Proses Hukum yang Berlanjut
Jaksa penuntut menyatakan bahwa ketiga individu tersebut memiliki niat untuk memberikan rahasia dagang kepada pihak ketiga. Namun, mereka tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai implementasi dari niat tersebut.
Dalam kasus ini, perlindungan informasi sensitif menjadi sorotan utama, terutama bagi perusahaan teknologi besar. Saat ini, pengacara yang mewakili para terdakwa belum memberikan komentar kepada media mengenai pembelaan yang mungkin akan dikemukakan dalam proses peradilan.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: