Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 19:19 WIB

Kesiapan Israel dan Ancaman Serangan AS Terhadap Iran Semakin Meningkat

Author

Kesiapan Israel dan Ancaman Serangan AS Terhadap Iran Semakin Meningkat

Pernyataan pejabat Israel mengindikasikan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran semakin mendekati kenyataan. Hal ini terungkap melalui laporan dari surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada 24 Februari 2026.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Menurut sumber dekat Presiden AS Donald Trump, ada kecenderungan untuk mengeluarkan perintah serangan militer. Situasi ini menciptakan perhatian global terkait dampaknya terhadap keamanan regional.

Kesiapan Militer Israel dan AS

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Israel telah menyelesaikan persiapan untuk kemungkinan dibukanya front tambahan. Kenaikan ketegangan ini menjadi topik hangat di kalangan pejabat dan analis internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa saat ini adalah hari-hari kompleks bagi negara mereka. Dia menegaskan bahwa pemerintahannya sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan skenario yang bisa terjadi.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Peringatan Iran dan Diplomasi yang Berlanjut

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memberikan peringatan terkait potensi eskalasi jika Iran diserang. Dalam konferensi di Jenewa, ia mendorong negara yang menjunjung perdamaian untuk mengambil langkah pencegahan.

"Konsekuensi dari setiap agresi baru tidak akan terbatas pada satu negara -- dan tanggung jawab akan berada pada mereka yang memulai atau mendukung tindakan tersebut," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran Iran atas dampak serangan potensial.

Negosiasi Nuklir: Peluang atau Ancaman?

Baru-baru ini, negosiator Iran dan AS mengadakan pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Teheran di Jenewa. Meski ketegangan meningkat, Washington tetap melanjutkan perundingan pada 26 Februari.

"Republik Islam Iran tetap berkomitmen pada diplomasi dan dialog sebagai jalan paling efektif menuju de-eskalasi dan keamanan berkelanjutan," kata Gharibabadi. Pernyataan ini menunjukkan keinginan Iran untuk melanjutkan pembicaraan meski situasinya memanas.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU