Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan ancaman serius terhadap Amerika Serikat, menyebut kemungkinan menenggelamkan kapal induk militer AS.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran
Pernyataan tersebut diungkapkan pada 17 Februari di Tabriz, saat Khamenei menanggapi klaim bahwa kekuatan militer AS tidak mampu menghancurkan Iran.
Ancaman Khamenei dan Respon terhadap Klaim Trump
Dalam pidatonya, Khamenei menyatakan bahwa gagasan kapal perang sebagai aset militer berbahaya tidak sepenuhnya akurat. Ia mengatakan, 'Tentu saja, kapal perang adalah aset militer yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkan kapal perang itu ke dasar laut.'
Khamenei juga merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menurutnya tidak mampu melenyapkan Republik Islam Iran. 'Dia mengeluh kepada rakyatnya bahwa selama 47 tahun, AS belum mampu melenyapkan Republik Islam,' tegas Khamenei.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Negosiasi Nuklir dan Hak Energi Iran
Ketegangan saat ini terjadi di tengah negosiasi mengenai program nuklir Iran, di mana AS menuntut Iran menghentikan semua pengayaan uraniumnya. Khamenei menjelaskan, 'Industri nuklir damai kami bukan untuk perang. Ini untuk menjalankan negara, untuk pertanian, obat-obatan, perawatan kesehatan, energi, dan untuk segala sesuatu yang bergantung pada energi.'
Ia menjelaskan bahwa hak setiap negara untuk memiliki fasilitas nuklir harus dihormati. 'Ini hak suatu bangsa, mengapa AS ikut campur?' adalah pernyataan yang mencerminkan komitmen Iran terhadap program nuklirnya yang disebut damai.
Ketegangan Militer dan Tindakan AS
Konflik antara AS dan Iran semakin meningkat setelah Trump memutuskan untuk memperkuat armada militernya di wilayah Timur Tengah. Ia mengirim kapal induk USS Gerald R Ford ke perairan Mediterania, menambah ketegangan yang ada dan menunjukkan keseriusan AS dalam bersikap terhadap Iran.
Khamenei menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons militer jika AS melakukan serangan, dengan menyatakan, 'Jika suatu negara tidak memiliki senjata penangkal, negara itu akan hancur di bawah kaki musuh-musuhnya.' Ini menunjukkan kesiapan Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional mereka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: