Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 11:10 WIB

SBY Mengingatkan Pentingnya Kesiapan Indonesia Menghadapi Ancaman Global

Author

SBY Mengingatkan Pentingnya Kesiapan Indonesia Menghadapi Ancaman Global

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa kondisi geopolitik saat ini bisa berpotensi mengarah ke pecahnya perang dunia.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dalam kuliah umum di Lemhanas, Jakarta, SBY menekankan Indonesia tidak bisa bersikap naif terhadap situasi global yang berkembang dan harus siap menghadapi tantangan luar.

Kondisi Geopolitik Kontemporer

Dalam kuliah umum di gedung Lemhanas pada 23 Februari 2026, SBY membahas kondisi geopolitik yang saat ini bergejolak.

Beliau menyoroti transisi dari tatanan bipolar era Perang Dingin menjadi multipolar yang mengedepankan kekuatan berbagai negara.

SBY menyatakan, "Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS."

Beliau mengajak masyarakat untuk menyadari posisi Indonesia yang semakin kompleks dalam tatanan global.

Antisipasi Terhadap Ancaman Global

SBY mengingatkan agar Indonesia tidak bersikap naif mengenai potensi ancaman perang dunia, meskipun tidak terlibat langsung dalam konflik global.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan

Beliau menegaskan, "Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin."

Peringatan ini menunjukkan bahwa isolasi tidak akan melindungi Indonesia dari konsekuensi yang timbul dari gejolak global.

Ia juga menegaskan, "Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga," untuk menggugah kesadaran akan pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan ancaman.

Membangun Kekuatan Pertahanan

Dalam kesempatan ini, SBY menekankan pentingnya penguatan pertahanan, khususnya kekuatan udara, agar sesuai dengan dinamika perang modern.

Ia mempertanyakan, "Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan?"

Pertanyaan ini menggugah kesadaran akan risiko serangan udara yang mungkin terjadi.

SBY menutup pernyataannya dengan mengedepankan pentingnya seluruh cabang TNI untuk siap menghadapi serangan modern dengan pernyataan, "Semua angkatan TNI harus siap menghadapi serangan."

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU