Satgas Operasi Damai Cartenz baru saja menyelesaikan penangkapan terhadap 28 individu yang diduga terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas serangkaian aksi kekerasan yang terjadi antara 10 hingga 21 Februari 2026.
Proses Penangkapan dan Bukti yang Ditemukan
Operasi penangkapan yang dilakukan oleh Satgas Damai Cartenz berlangsung selama dua minggu dan mencakup berbagai lokasi di Yahukimo. Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi, mengonfirmasi bahwa sembilan dari 28 orang yang ditangkap telah dinyatakan sebagai tersangka setelah melalui penyelidikan yang mendalam.
Berdasarkan laporan, barang bukti yang disita selama operasi ini mencakup parang, tombak, panah, serta bendera bintang kejora. Namun, hingga saat ini, tidak ada senjata api yang ditemukan di antara barang bukti yang terkumpul.
Semua terduga kini telah diamankan di Polres Yahukimo dengan pengawasan dari personel Satgas Damai Cartenz dan Polres setempat, yang mendapat dukungan dari Brimob dari Sat Brimob Polda Papua. Tindakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi aksi lanjutan dari kelompok yang terlibat.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Penyebab Peningkatan Aktivitas KKB
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas KKB terkait erat dengan pelarian Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. Kaburnya pemimpin KKB ini diduga menjadi faktor signifikan dalam pemulihan koordinasi dan perencanaan aksi kekerasan oleh kelompok tersebut.
Brigjen Faizal menyatakan, "Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan." Peningkatan ini telah memicu terulangnya sejumlah insiden kekerasan di Yahukimo.
Mengantisipasi kemungkinan meluasnya aksi kekerasan, pihaknya telah meningkatkan jumlah personel Satgas Damai Cartenz dan Satuan Brimob Polda Papua di Yahukimo. Kerjasama dengan Polres Yahukimo juga diperkuat untuk melakukan pemetaan dan pengawasan di area-area yang dianggap rawan.
Komitmen Satgas Damai Cartenz Terhadap Keamanan
Satgas Damai Cartenz menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keamanan di wilayah Yahukimo dengan melakukan berbagai langkah strategis. Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan pentingnya pelaksanaan patroli secara intensif serta penegakan hukum yang konsisten.
Melalui berbagai upaya ini, Satgas berusaha melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata dan meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat. Pihaknya berencana untuk terus memantau situasi tersebut untuk memastikan ketertiban dan keamanan di Yahukimo.
Masyarakat juga diharapkan berpartisipasi aktif dalam melaporkan setiap pergerakan mencurigakan yang dapat mengganggu ketenteraman di lingkungan mereka.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: