Sebuah video viral di media sosial mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum Satpol PP DKI Jakarta, menimbulkan keprihatinan di kalangan pedagang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan melakukan tindakan tegas jika tuduhan ini terbukti benar.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Reaksi keras muncul dari Pramono, yang menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik pungli sebagai bagian dari langkah transparansi pemerintahan. Ia menetapkan bahwa tidak ada toleransi untuk pelanggaran semacam ini.
Rekaman Video Viral Mengungkap Pungutan Liar
Sebuah video berdurasi pendek menunjukkan interaksi antara seorang pedagang dan oknum Satpol PP di lokasi yang tidak jelas. Di dalam rekaman itu, pedagang menyebutkan adanya pungutan bulanan, serta penekanan bahwa mereka sudah membayar untuk izin usaha.
Pernyataan salah satu pedagang dalam video mencolok, 'Nih Satpol PP yang mungutin bulanan setiap bulan sama pedagang. Juga setiap harinya makanin,' menunjukkan ketidakpuasan yang meluas dalam komunitas pedagang.
Oknum yang tampil dalam video juga mengungkapkan, 'Kalau mobil parkir di jalanan itu salah, kami setiap bulan sudah bayar,' menambah rasa frustrasi di kalangan para pedagang terhadap praktik pungutan liar.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Tanggapan Gubernur Pramono Anung
Gubernur Pramono Anung merespons tuduhan ini dengan serius, berkomitmen untuk menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran. Ia menjelaskan, 'Jadi begini, kalau memang ada pungutan liar yang dilakukan oleh siapa pun, apakah itu Satpol PP atau siapa pun.'
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan bertindak tanpa kompromi terhadap oknum yang terlibat, mengatakan, 'maka saya tidak segan-segan untuk membebastugaskan.'
Pernyataan tersebut menggambarkan tegasnya langkah yang akan diambil untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dampak Negatif terhadap Pedagang dan Masyarakat
Praktik pungutan liar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi ekonomi pedagang kecil, menciptakan ketidakpastian dalam usaha mereka. Istilah pungli ini melampaui kasus dalam video, dan mencerminkan krisis kepercayaan yang lebih luas terhadap pelayanan publik.
Sejumlah pedagang merasa khawatir akan kelangsungan usaha mereka dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan nyata agar hal ini tidak terulang di masa depan.
Pemerintah DKI Jakarta diharapkan untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam interaksi antar aparat dan pedagang, dalam upaya menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: