Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa kasus oknum Brimob Bripda MS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswa di Maluku akan diusut dengan penuh transparansi.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Proses hukum terhadap Bripda MS saat ini sudah berjalan dengan Polda Maluku terlibat dalam asistensi penyelidikan yang dilakukan.
Kepastian Transparansi dalam Pengusutan Kasus
Dalam pernyataan yang disampaikan di Purwakarta, Kapolri menegaskan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus yang melibatkan anggotanya, Bripda MS.
Ia mengatakan, "Saya kira hal seperti itu kita transparan," menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang akan ditutupi.
Sigit menambahkan bahwa langkah-langkah hukum yang diambil terhadap kasus ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada, menunjukkan komitmennya dalam menegakkan keadilan.
Polda Maluku juga telah memberikan dukungan dalam hal asistensi penyelidikan untuk memastikan bahwa semua aspek diperhatikan secara detail.
Status Tersangka Oknum Brimob
Bripda MS kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penganiayaan yang diduga dilakukan, seperti yang diungkapkan oleh Kombes Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
"Sudah (ditetapkan tersangka)," ujarnya, menunjukkan bahwa langkah hukum yang tegas diambil untuk menyikapi kasus ini.
Saat ini, Bripda MS menjalani pemeriksaan lebih mendalam terkait pelanggaran kode etik yang dihadapinya.
Rositah juga menjelaskan bahwa pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Maluku penting untuk menilai tindakan yang diambil oleh Bripda MS dengan baik dan tepat.
Proses Hukum yang Dijalani Oknum Brimob
Proses hukum yang dihadapi oleh Bripda MS saat ini terfokus pada kepatuhan terhadap prosedur hukum yang berlaku.
Kapolri menekankan bahwa setiap tindakan penganiayaan harus dipertanggungjawabkan secara hukum agar keadilan dapat terwujud.
Bripda MS kini telah diberangkatkan ke Polda Maluku untuk melanjutkan pemeriksaan yang dibutuhkan, anindividu ini perlu melalui semua proses hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan publik, dan diharapkan langkah-langkah disipliner yang diambil akan mengedepankan supremasi hukum.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: