Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 20:50 WIB

Kontroversi Rasisme di Liga Champions: Vinicius dan Prestianni Dalam Sorotan

Author

Kontroversi Rasisme di Liga Champions: Vinicius dan Prestianni Dalam Sorotan

Gianluca Prestianni sedang menghadapi krisis reputasi setelah dituduh melakukan tindakan rasis terhadap Vinicius Junior saat pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Insiden ini menarik perhatian luas setelah Vinicius mengklaim bahwa Prestianni menyebutnya 'monyet', sebuah tuduhan yang dibantah oleh Prestianni dan memicu reaksi di kalangan publik dan media olahraga.

Kronologi Insiden

Insiden yang memicu kontroversi ini terjadi pada tanggal 18 Februari 2026, saat pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid. Setelah mencetak gol, Vinicius Junior melaporkan bahwa Prestianni melakukan ejekan rasial terhadapnya.

Vinicius mengklaim bahwa ia dihina dengan sebutan 'monyet'. Namun, Prestianni membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kata yang ia gunakan adalah 'homo', yang menurutnya tidak memiliki konotasi rasis.

Isu ini semakin memanas ketika Real Madrid mengambil langkah resmi dengan mengajukan laporan kepada UEFA terkait tindakan yang dianggap sebagai rasisme tersebut.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Reaksi Publik dan Media

Berita tentang insiden ini langsung menjadi sorotan utama di berbagai media olahraga dan menimbulkan kecaman dari banyak pengamat. Rasisme dalam olahraga adalah isu yang sangat sensitif dan sering kali memicu diskusi yang mendalam.

Jose Chilavert, kiper legendaris Paraguay, memberikan komentar yang menarik perhatian dengan mengecam Vinicius, menyebutnya sebagai provokator di program La Oral Deportiva. Ia mempertanyakan mengapa Vinicius sering terlibat dalam kontroversi.

Chilavert berpendapat, '90 Persen pemain Madrid berkulit hitam, mengapa mereka tidak pernah memiliki masalah dan Vinicius selalu bermasalah dengan semua orang?' Hal ini menambah kompleksitas pada situasi yang sudah rumit.

Tuduhan dan Pembelaan

Prestianni kini terjebak dalam badai kritik dan pembelaan. Kesulitan untuk membuktikan tuduhan rasisme memang ada, karena komunikasi yang terjadi selama pertandingan tidak dapat terlihat dengan jelas.

Vinicius tetap berpegang pada pendiriannya bahwa sepak bola harus bebas dari tindakan rasisme. Ia pernah menyampaikan harapannya kepada dunia bahwa diskriminasi harus dihapuskan.

Chilavert melanjutkan kritiknya dengan menuding Vinicius sebagai sosok rasis, mempertanyakan niatnya terhadap komunitas kulit putih. Pernyataan ini semakin memperuncing diskusi tentang konsistensi dalam sikap terhadap rasisme.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU