Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 16:16 WIB

Perlintasan Tak Aman, Kereta Bandara Tabrak Truk di Tangerang

Author

Perlintasan Tak Aman, Kereta Bandara Tabrak Truk di Tangerang

Kecelakaan antara truk trailer dan Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta terjadi di Kota Tangerang, menyisakan banyak pertanyaan tentang keamanan perlintasan. Insiden ini diakibatkan karena palang lintasan belum turun meski sirene telah berbunyi.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa truk sudah berada di lintasan rel saat sirene dinyalakan, mengakibatkan tabrakan tidak dapat dihindari.

Detail Kecelakaan

Insiden ini terjadi di perlintasan kereta di Stasiun Poris, Batuceper, Tangerang. Kapolres Jauhari menjelaskan bahwa palang pintu kereta baru bergerak menutup setelah posisi kontainer berada di lintasan.

"Jadi, keterangan awal, saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas namun palang pintunya belum bergerak," jelas Jauhari.

Bagian panjang kontainer truk tertabrak oleh kereta, sedangkan kepala truk sudah lebih dahulu melintas. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk menilai kemungkinan adanya kelalaian.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dampak terhadap Perjalanan Kereta

Kecelakaan ini menyebabkan dampak signifikan terhadap perjalanan Kereta Api. Sejumlah jadwal keberangkatan harus dibatalkan hingga situasi dianggap aman.

KAI Commuter menyatakan, "Untuk sementara, perjalanan KA masih menunggu kondisi aman sebelum diberangkatkan kembali. Mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi dan terima kasih atas pengertian serta kesabarannya."

Perjalanan kereta relasi Duri-Tangerang juga mengalami perubahan, di mana kereta hanya dapat berhenti di Stasiun Rawa Buaya. Beberapa keberangkatan pun terpaksa dibatalkan demi keselamatan penumpang.

Rekayasa Perjalanan Kereta

KAI mengumumkan rekayasa perjalanan kereta untuk meminimalisir dampak insiden tersebut. Beberapa kereta dari Duri ke Tangerang dan sebaliknya diarahkan kembali ke Stasiun Rawa Buaya.

Rekayasa ini bertujuan untuk memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran operasional kereta. Daftar perjalanan yang dibatalkan dan yang mengalami perubahan telah diumumkan secepatnya setelah situasi darurat terjadi.

Keputusan ini dianggap perlu demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan kereta.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU