Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kencan online semakin marak, membawa berbagai kemudahan bagi pengguna dalam membuat pesan dan memperbaiki profil. Namun, para ahli memperingatkan akan risiko keaslian hubungan yang dapat terancam jika penggunaan AI tidak diatur dengan baik.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Di satu sisi, teknologi ini menawarkan manfaat praktis; namun di sisi lain, bisa menciptakan kesan yang tidak autentik. Penting untuk menjaga kejujuran dalam komunikasi agar hubungan tetap bermakna dan tulus.
Tren Penggunaan AI dalam Kencan Online
AI dalam aplikasi kencan, seperti ChatGPT, kini menjadi umum di kalangan pengguna. Erika Ettin, pelatih kencan dari New York, menyebutkan bahwa hampir setengah dari kliennya mengakui telah menggunakan AI untuk merangkai pesan.
Ettin menekankan pentingnya tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut. "AI jelas menghambat sisi autentik diri Anda. Itu bukan Anda, dan Anda tidak bisa membawa AI ke dalam kencan," tegasnya.
Dampak negatif dari penggunaan AI yang berlebihan terlihat pada kesenjangan antara komunikasi virtual dan interaksi langsung, yang seringnya berbuah kekecewaan saat realitas tidak sesuai ekspektasi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Risiko dalam Pesan yang Tidak Autentik
Terapis seks dan pasangan, Shawntres Parks, Ph.D., mengingatkan bahwa meski AI membantu sebagian orang memahami isyarat sosial, kejujuran tetap penting. "Masalah muncul ketika pesan terasa tidak autentik atau terkesan menipu karena orang tersebut tidak benar-benar hadir sebagai dirinya sendiri," jelasnya.
Banyak klien yang tertarik pada pesan yang disusun AI, namun sering merasa kecewa saat interaksi langsung terjadi. Hal ini menunjukkan pentingnya kehadiran nyata dalam komunikasi.
Keterlibatan yang tulus sangat diperlukan untuk membangun koneksi yang kuat, karena pesan yang tidak reflektif terhadap diri yang sebenarnya bisa membuat hubungan menjadi renggang.
Panduan Sehat untuk Menggunakan AI dalam Kencan
Menjaga keaslian dalam hubungan adalah hal yang krusial, dan beberapa langkah dapat diambil untuk menggunakan AI secara bijak. Pertama, Erika Ettin menyarankan agar pengguna menulis draf pesan dengan pemikiran pribadi sebelum meminta saran AI, agar komunikasi tetap otentik.
Kedua, Parks menekankan untuk menghindari pesan yang bersifat genit atau seksual saat menggunakan AI, karena teknologi saat ini belum mampu menangkap nuansa romantis dengan baik. "Komputer itu tidak seksi," tegasnya.
Leslie John, seorang ilmuwan perilaku, merekomendasikan menggunakan AI untuk berlatih percakapan sebelumnya, bukan sebagai alat utama dalam menyusun pesan. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman komunikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada teknologi.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: