Vinicius Junior tampil gemilang saat mencetak gol untuk Real Madrid dalam kemenangan 1-0 atas Benfica pada leg pertama play off babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Namun, pertandingan tersebut tidak hanya menyuguhkan momen indah di lapangan, tetapi juga menambah laporan kontroversi terkait dugaan rasisme terhadap Vinicius.
Kejadian Pertandingan Real Madrid vs Benfica
Pertandingan di Stadion Da Luz ini berlangsung menegangkan dengan Real Madrid berusaha mempertahankan dominasi mereka di Eropa. Gol Vinicius yang tercipta pada menit ke-50 muncul dari serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Kylian Mbappe.
Umpan terobosan Mbappe berhasil diterima Vinicius, yang lalu melepaskan tendangan spektakuler dari sudut kotak penalti Benfica. Saat merayakan gol, Vinicius beraksi dengan menari di depan bendera sepak pojok, yang berakhir dengan kartu kuning dari wasit.
Setelah kejadian tersebut, kontroversi mulai mencuat ketika Vinicius menghadapi dugaan rasisme. Gianluca Prestianni, penyerang Benfica, dituduh melakukan tindakan ofensif yang langsung mengganggu psikologi Vinicius.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Dugaan Rasisme dalam Pertandingan
Beberapa sumber dari media Eropa mengabarkan bahwa selama pertandingan, Vinicius menerima pelecehan verbal yang berkaitan dengan ras. Ia dituduh diledek dengan sebutan 'monyet' oleh Prestianni, yang membuat Vinicius memutuskan untuk berhenti bermain sementara waktu.
Rasa emosi dalam diri Vinicius selanjutnya menyebabkan terhentinya pertandingan sejenak. Namun setelah mendapatkan konsultasi, ia memilih untuk melanjutkan permainan, dan pertandingan pun berlanjut tanpa gangguan lebih lanjut.
Insiden ini kembali menyoroti isu rasisme di dunia sepak bola, sesuatu yang sering kali terjadi dalam berbagai pertandingan sebelumnya. Reaksi Vinicius menjadi pusat perhatian, menunjukkan pentingnya perlindungan bagi atlet dalam situasi seperti ini.
Pertandingan Lain: PSG Vs AS Monaco
Di laga lain yang juga menarik perhatian, Paris Saint-Germain (PSG) bertarung melawan AS Monaco dan berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2. Monaco sempat memimpin dengan gol cepat dari Folarin Balogun dalam waktu belum genap satu menit.
Setelah Monaco menggandakan keunggulan di menit ke-18, PSG memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum melalui gol Desire Doue. Mereka berjuang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol dari Achraf Hakimi.
Di menit ke-67, Doue kembali menjadi pahlawan untuk PSG, mencetak gol penentu yang membawa timnya menang dan juga menambah sorotan di babak 16 besar Liga Champions.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: