Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan peningkatan signifikan dalam kasus tuberkulosis (TBC) dengan deteksi 10 klaster baru di tujuh negara bagian hingga awal Februari 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dengan total 2.571 kasus, Sabah menjadi wilayah yang paling terpengaruh dengan 614 kasus, menunjukkan perlunya langkah pencegahan lebih lanjut.
Data dan Penyebaran Kasus TBC di Malaysia
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Malaysia, yang dirilis pada 15 Februari 2026, menunjukkan lonjakan drastis dalam kasus TBC.
Sabah menjadi provinsi dengan kasus tertinggi, diikuti oleh Selangor dan Sarawak, menggarisbawahi perlunya perhatian yang lebih dalam pengendalian penyakit ini.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Rekomendasi Ahli Kesehatan untuk Indonesia
Prof. Tjandra Yoga Aditama, ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, merekomendasikan agar Indonesia meniru metode pelaporan mingguan yang diterapkan di Malaysia.
Ia menekankan pentingnya transparansi data TBC agar respons terhadap epidemiologi dapat dilakukan lebih cepat, yang sangat diperlukan dalam situasi saat ini.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap TBC
Data yang jelas dan terperinci diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala TBC dan langkah pencegahan yang harus diambil.
Prof. Tjandra juga menekankan bahwa lonjakan kasus di Malaysia dapat berdampak pada negara lain, termasuk Indonesia, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap waspada.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: