Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 17:17 WIB

MPR Lapor Prabowo Soal Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Tegal

Author

MPR Lapor Prabowo Soal Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Tegal

Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan peninjauan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, pada Senin, 16 Februari 2026. Ia menyatakan akan melaporkan kondisi ini kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tindakan cepat diambil.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Muzani menekankan pentingnya keputusan cepat terkait penanganan bencana, agar bantuan segera bisa tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Dengan situasi yang mendesak, kebutuhan akan kebijakan yang efektif sangat menjadi sorotan.

Peninjauan dan Laporan kepada Pusat

Ahmad Muzani melaksanakan peninjauan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari untuk memberikan dukungan pada warga dan memperoleh informasi terbaru mengenai situasi yang ada. Peninjauan ini menunjukkan kepedulian pemerintah dalam menangani keadaan darurat.

Setelah meninjau, Muzani menyatakan, "Kedatangan kami adalah memberikan support dan semangat. Masukan dari lapangan ini akan kami bawa untuk mengambil kebijakan." Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga responsifitas terhadap bencana.

Muzani juga menegaskan, "Saya sendiri akan melaporkan kepada Presiden tentang kunjungan ini, supaya Presiden memerintahkan para pembantunya untuk bertindak cepat lagi memberikan bantuan." Ini menegaskan pentingnya laporan akurat untuk tindakan lebih lanjut.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Kondisi Terkini di Lokasi Bencana

Situasi di lokasi bencana menunjukkan bahwa daerah tersebut sudah tidak layak untuk dihuni. Oleh karena itu, fokus utama harus pada pembangunan hunian sementara dan relokasi permanen bagi masyarakat yang terdampak.

Muzani membagikan informasi bahwa menurut diskusi dengan pemerintah daerah, terdapat lahan seluas 12 hektar yang disiapkan untuk hunian sementara, namun hanya 4,8 hektar yang dianggap aman. "Dari 12 hektar yang disodorkan oleh pemerintah daerah menggunakan tanah pokok desa, yang direkomendasi untuk dan dianggap layak untuk digunakan Huntara itu 4,8 hektare," ujarnya.

Ia menambahkan, "Nanti sisanya akan dicari tempat lain dan sekarang sedang dalam pengujian. Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk Huntara." Ini menunjukkan usaha pemerintah untuk memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan.

Dampak Bencana pada Warga

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, terdapat 104 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana ini. Sekitar 150 kepala keluarga, atau sekitar 470 jiwa, terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

M Wisnu Imam, anggota Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, menyampaikan, "Jumlah sementara ada 104 rumah yang rusak. Kejadian mulai Minggu dan tanah terus gerak hari Senin sudah parah." Hal ini menunjukkan bahwa situasi semakin memburuk dengan cepat.

Permukiman yang terdampak meliputi beberapa RT dan RW di Desa Padasari, seperti RT 6 hingga RT 18 dan Dukuh Tigasari. Penanganan yang cepat dan efisien diperlukan agar korban bisa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU