Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:31 WIB

Tragedi di Kampung Gajah: Siswa SMP Jakarta Tewas Diduga Dibunuh Teman Sendiri

Author

Tragedi di Kampung Gajah: Siswa SMP Jakarta Tewas Diduga Dibunuh Teman Sendiri

Siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ ditemukan tewas dengan luka tusuk di lahan eks Kampung Gajah pada 13 Februari 2026. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh teman sebayanya, YA, pelajar SMK asal Garut, setelah konflik pertemanan yang berkepanjangan.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Motif di balik tindakan kekerasan ini berawal dari keputusan ZAAQ untuk memutuskan hubungan pertemanan yang menyebabkan YA merasa sakit hati. Kejadian tragis ini memicu perhatian masyarakat dan menimbulkan keprihatinan mengenai keselamatan remaja.

Motif dan Pelaksanaan Pembunuhan

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa pembunuhan yang terjadi pada 9 Februari itu telah direncanakan. YA merasa sakit hati setelah korban memutuskan hubungan pertemanan, yang menjadi pemicu tindakan tersebut.

Setelah melakukan perjalanan dari Garut untuk menemui ZAAQ, YA berencana untuk menyelesaikan ketegangan di antara mereka yang sudah berlangsung sejak 7 Februari. Namun, rencana ini terhambat oleh pekerjaan kerabatnya, AP, yang berprofesi sebagai tukang dekorasi.

Di hari kejadian, YA dan ZAAQ bertemu di eks objek wisata sekitar pukul 15.30 WIB. Suasana tegang antara mereka berujung pada pertikaian yang semakin meningkat.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Detail Kejadian dan Penemuan Jenazah

Setelah terjadi perdebatan, YA menghantamkan botol ke kepala ZAAQ, yang mengakibatkan luka sobek. Meskipun tetap sadar, ZAAQ kemudian ditusuk sebanyak delapan kali, dengan fokus utama pada bagian perutnya.

Setelah perbuatannya, YA mengambil ponsel dan jaket milik ZAAQ sebelum melarikan diri, sedangkan AP menunggu di luar lokasi kejadian. Jasad ZAAQ ditemukan beberapa hari setelahnya, pada 13 Februari, setelah keluarga melaporkan kehilangan yang mencurigakan.

Keluarga mulai khawatir setelah tidak mendengar kabar dari ZAAQ yang seharusnya mengikuti kegiatan belajar mengajar terakhir kali pada 9 Februari.

Reaksi Keluarga dan Pihak Sekolah

Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengonfirmasi bahwa ZAAQ terakhir terlihat pada kegiatan belajar mengajar. Ketika keluarga khawatir tidak ada kabar, mereka mulai mencurigai bahwa ada yang tidak beres dengan teman-temannya.

Titin menambahkan bahwa keputusan ZAAQ untuk memutuskan hubungan pertemanan menjadi salah satu pemicu ketegangan tersebut. Niko juga menegaskan bahwa hubungan mereka sebelumnya diakui seperti hubungan kakak dan adik.

Di tengah tragedi ini, pihak sekolah berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi keluarga korban, sembari penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU