Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa dialog adalah kunci dalam hubungan antara China dan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di Konferensi Keamanan Munich.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pertemuan tersebut menjadi titik awal persiapan untuk pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump yang dijadwalkan pada April 2026. Wang Yi berkata, 'Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik.'
Pertemuan Bersejarah di Munich
Pada tanggal 13 Februari 2026, Wang Yi dan Marco Rubio mengadakan pertemuan yang dianggap konstruktif dan positif. Dalam diskusi tersebut, Wang Yi menyoroti bahwa para pemimpin kedua negara telah memberikan arahan strategis untuk mengatur hubungan ke depan.
Wang menambahkan bahwa tahun ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai antara China dan AS. Kesepakatan untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan menjadi poin penting dalam diskusi tersebut.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Komunikasi Efektif sebagai Kunci
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyampaikan penilaian positif tentang pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berbasis hasil untuk menangani berbagai isu bilateral, regional, dan global.
Komunikasi yang efektif ini diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik di masa mendatang. Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana kunjungan Presiden Trump ke China, yang dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan.
Membangun Hubungan yang Berlandaskan Tanggung Jawab
Wang Yi menegaskan pentingnya tanggung jawab terhadap sejarah dan masyarakat internasional sebagai landasan hubungan dengan AS. Ia membedakan antara dua arah kemungkinan hubungan, yaitu kerja sama yang saling menguntungkan atau konfrontasi yang mungkin merugikan.
Dalam pernyataannya, ia menyatakan harapannya agar skenario kerja sama terwujud, sambil tetap siap menghadapi risiko yang mungkin muncul. 'Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi juga siap menghadapi berbagai risiko,' ungkapnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: