Hari Kasih Sayang atau yang lebih dikenal dengan Valentine’s Day dirayakan setiap 14 Februari di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Perayaan ini bukan hanya sekedar ungkapan cinta, tetapi juga memiliki latar belakang sejarah yang kaya dan beragam.
Asal Usul Hari Kasih Sayang
Terdapat dua versi utama mengenai asal usul Valentine’s Day. Versi yang pertama mengaitkan perayaan ini dengan Festival Lupercalia, yang dilaksanakan setiap 15 Februari untuk menghormati dewa kesuburan.
Sedangkan versi kedua menyoroti sosok St. Valentine, seorang pendeta yang berjuang untuk cinta, bahkan ketika pernikahan bagi pria muda dilarang oleh Kaisar Claudius II.
St. Valentine melakukan pernikahan secara diam-diam hingga akhirnya tertangkap dan dieksekusi pada 14 Februari 270 Masehi, tanggal yang kini diperingati sebagai hari kematiannya.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Makna di Balik 14 Februari
Kematian St. Valentine pada 14 Februari memunculkan makna yang lebih dalam untuk perayaan ini. Banyak orang meyakini bahwa kisah St. Valentine adalah asal mula perayaan Hari Kasih Sayang dengan semangat perjuangan.
Perayaan ini tidak hanya sekedar berbagi cinta, tetapi juga mengenang pengorbanan dan dedikasi seseorang untuk cinta sejatinya.
Lebih dari sekedar tradisi, Hari Kasih Sayang kini menjadi simbol cinta yang universal, tanpa memandang latar belakang budaya atau agama.
Tradisi dalam Merayakan Valentine’s Day
Tradisi merayakan Valentine’s Day di berbagai negara menjadi sangat bervariasi, termasuk di Indonesia. Salah satu yang paling populer adalah saling memberikan ucapan dan hadiah untuk orang terkasih.
Di Inggris pada abad ke-18, generasi muda mulai merayakan hari ini dengan bertukar surat yang ditulis tangan, menyematkan pesan kasih sayang.
Dengan perkembangan teknologi, pada abad ke-19 muncul kartu ucapan cetak. Di AS, tradisi ini dimulai lebih awal, dan diwakili oleh Esther A. Howland yang dikenal sebagai 'Ibu Valentine' dan memproduksi kartu Valentine pertama secara massal pada tahun 1840.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: