Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 10:11 WIB

Pusat Riset Rumput Laut Internasional Mulai Dibangun di Lombok

Author

Pusat Riset Rumput Laut Internasional Mulai Dibangun di Lombok

Pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) resmi dimulai di Teluk Ekas, Lombok Timur, sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat riset rumput laut global.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan pentingnya penguatan riset rumput laut dalam upaya transformasi ekonomi pesisir Indonesia.

Signifikansi Riset Rumput Laut di Indonesia

Wakil Menteri Stella Christie menyatakan fokus utamanya belakangan ini adalah mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia. "Fokus besar kami beberapa bulan terakhir adalah menjadikan Indonesia pusat rumput laut dunia, dan itu harus dimulai sekarang," ujarnya.

Indonesia memiliki potensi sebagai produsen rumput laut tropis terbesar, menguasai sekitar 75 persen pasar global. Dengan nilai ekonomi rumput laut dunia yang mencapai 12 miliar Dolar Amerika Serikat, riset dalam bidang ini menjadi sangat krusial.

Namun, Stella menekankan bahwa posisi Indonesia dalam pasar belum sepenuhnya sejalan dengan penguatan riset dan hilirisasi. "Indonesia tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan menjadi pusat inovasi dan nilai tambah," tambahnya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Infrastruktur dan Kolaborasi di ITSRC

International Tropical Seaweed Research Center akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi nasional dan internasional, bekerja sama dengan University of California, Berkeley, dan Beijing Genomics Institute di China. Stella menyampaikan, "Beijing Genomics Institute berkomitmen mendukung pendanaan Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, termasuk peralatan dan peneliti."

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk tahap awal pembangunan pusat riset ini. Fasilitas yang akan dibangun di antaranya meliputi gedung penelitian, asrama untuk peneliti internasional, apotek, dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Dengan fasilitas modern yang direncanakan, ITSRC diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset dan membawa inovasi baru dalam pengembangan rumput laut di Indonesia.

Keunggulan Ekologis dan Potensi Riset Rumput Laut

Dari segi ekologi, Teluk Ekas memiliki kondisi yang ideal dengan sistem teluk tropis terlindung, arus, dan sirkulasi air yang baik. Kondisi ini menjadikannya tempat yang tepat sebagai living laboratory untuk riset produktivitas dan ketahanan iklim.

Kawasan ini juga menunjukkan potensi dalam pengembangan berbagai jenis rumput laut seperti Caulerpa, Ulva, dan Halymenia, di samping Kappaphycus untuk bahan baku karagenan. Melalui riset yang dilakukan, pusat ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kualitas budidaya rumput laut.

Pengembangan yang dirintis ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU