Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:55 WIB

Mengungkap Perbedaan Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak

Author

Mengungkap Perbedaan Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak

Banyak orang seringkali bingung antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Kedua kondisi ini ternyata memiliki penyebab dan mekanisme yang sangat berbeda, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Ardian Rizal, seorang ahli jantung.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Kematian jantung mendadak berhubungan erat dengan fungsi kelistrikan jantung, sementara serangan jantung terjadi akibat sumbatan aliran darah di pembuluh koroner.

Perbedaan Fundamental antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak

Jika ditelisik lebih dalam, Dr. Ardian Rizal menyatakan bahwa pokok perbedaan antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak terletak pada aspek fungsi jantung yang mengalami kegagalan. Kematian jantung mendadak lebih banyak disebabkan oleh gangguan listrik di jantung, sementara serangan jantung terkait erat dengan penyumbatan aliran darah.

Data menunjukkan bahwa sekitar 26,3 persen kematian jantung disebabkan oleh aritmia, yang membuktikan bahwa kondisi fisik yang baik tidak menjamin bebas dari masalah jantung serius. Hal ini menjadi warning bagi masyarakat untuk lebih mawas diri.

Dr. Ardian menggarisbawahi pentingnya edukasi mengenai gejala yang muncul dari kedua kondisi tersebut. Memahami tanda-tanda awal seperti detak jantung yang tak teratur, dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah kejadian fatal.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kasus Atlet: Kolaps Saat Bertanding

Fenomena kolapsnya atlet yang tampak sehat saat bertanding menggambarkan betapa pentingnya membedakan serangan jantung dari kematian jantung mendadak. Banyak kasus seperti ini dipicu oleh aritmia yang mengakibatkan henti jantung mendadak, bukan karena obstruksi aliran darah.

Hal ini menunjukkan tidak ada batasan usia atau kondisi fisik pada gangguan irama jantung. Dr. Ardian mengingatkan, 'Pasien dengan gangguan irama jantung fatal peluang bertahan hidupnya kurang dari satu persen jika tidak segera tertangani.'

Ada juga kasus di mana kerusakan otot jantung dapat menyebabkan gangguan listrik mendadak, yang berpotensi mengancam jiwa. Oleh karena itu, pemahaman tentang risiko aritmia sangat penting bagi masyarakat.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Dr. Ardian menekankan bahwa memahami gejala dari gangguan irama jantung adalah langkah yang krusial dalam mendeteksi masalah sejak dini. Hal ini bisa membantu mengurangi risiko kematian mendadak akibat aritmia.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dapat membantu mendeteksi potensi gangguan lebih awal. Pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner perlu lebih peka terhadap gejala yang muncul.

Edukasi tentang gejala awal serta tindakan yang harus diambil saat muncul gejala sangat diperlukan untuk mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan masalah kesehatan jantung.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU