Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya permasalahan signifikan dalam penyaluran Dana Desa yang telah berlangsung selama sepuluh tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran
Banyak dana, menurut Prabowo, tidak sampai ke masyarakat, yang menjadi tanda tanya besar mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan desa. Ia juga menyoroti banyaknya kepala desa yang terjerat masalah hukum akibat pengelolaan yang buruk.
Kondisi Penyaluran Dana Desa
Dalam forum tersebut, Prabowo menyatakan, "Selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat." Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mengenai distribusi dana yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kekhawatiran ini menambah daftar panjang problematika yang dihadapi pemerintah dalam pengelolaan dana desa. Prabowo menekankan bahwa ada banyak kepala desa berhadapan dengan hukum karena penggunaan dana yang tidak tepat.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Proyek Koperasi Merah Putih
Di sisi lain, Prabowo memberikan informasi mengenai Koperasi Merah Putih (KMP), yang direncanakan akan berkembang pesat dalam dua bulan ke depan. Ia menjelaskan, "Dan ini semua anggarannya dari mana? Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri Dana Desa kepada desa-desa kita."
Dengan 30 ribu koperasi yang telah dibangun, Prabowo berharap KMP dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian desa. Ia menambahkan, "Setiap koperasi dipastikan akan memiliki gudang, kulkas penyimpanan (cold storage), dan gerai-gerai."
Fasilitas dan Kebijakan yang Diperkenalkan
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan berbagai fasilitas yang akan disediakan oleh Koperasi Merah Putih. Ia menyatakan, "Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro-financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir."
KMP akan memberikan subsidi serta bunga yang rendah untuk memudahkan akses rakyat terhadap fasilitas ini. Prabowo menjelaskan, "Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung, sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran."
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: