Pada Februari 2023, Turki diguncang gempa hebat berkekuatan M 7,8 yang menyebabkan retakan signifikan sepanjang 300 kilometer di permukaan bumi.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Peristiwa ini terjadi di area perbatasan antara Turki dan Suriah, menggambarkan dampak drastis dari pergerakan lempeng tektonik.
Dampak Seismik dan Geologis
Gempa ini termasuk salah satu yang terkuat dan paling merusak dalam sejarah, ditandai oleh gempa susulan yang terjadi dalam waktu singkat.
Retakan yang dihasilkan dari gempa ini disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi yang menyebabkan bagian permukaan terbelah.
Menurut peneliti COMET, Milan Lazecky, "Kami memperkirakan kemungkinan perpindahan horizontal jarang hingga 5 meter [16 kaki]."
Hasil analisis citra satelit sebelum dan sesudah bencana menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan, memengaruhi struktur geologi di sekitarnya.
Analisis Ilmiah Gempa
Para ilmuwan dari Pusat Pengamatan & Pemodelan Gempa Bumi, Gunung Berapi & Tektonik (COMET) Inggris menjelaskan bahwa retakan setelah gempa adalah akibat dari dua gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Profesor Tim Wright yang memimpin Tim COMET menyatakan, "Pecahan seperti itu biasanya muncul setelah gempa kuat."
Retakan kedua muncul pasca gempa kedua sekitar sembilan jam setelah yang pertama dan membentang sepanjang 125 kilometer.
Hal ini menjadi indikasi bahwa wilayah utara Siprus adalah kawasan yang sangat rentan terhadap aktivitas seismik.
Dampak Kemanusiaan yang Mengkhawatirkan
Lebih dari 20.000 orang dipastikan tewas, dengan ribuan lainnya terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Proses penyelamatan menjadi semakin lambat, terutama di Suriah yang tengah bergelut dengan konflik berkepanjangan.
Laporan menyebutkan bahwa banyak satelit dari pemerintah dan perusahaan swasta mengalami kerusakan, yang menghambat upaya monitoring dan mitigasi bencana.
Kejadian ini tidak hanya mencerminkan dampak seismik, melainkan juga tantangan kemanusiaan bagi pemerintah dan organisasi internasional dalam memberikan bantuan.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: