Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan pentingnya pengelolaan aset sitaan yang dikuasai oleh oknum jaksa. Ia menyerukan Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI untuk melakukan perbaikan agar aset negara tetap aman.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pernyataan ini disampaikan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 BPA Kejaksaan RI di Kejaksaan Agung, di mana ia menekankan perlunya optimalisasi pengelolaan aset untuk memberikan manfaat maksimal bagi negara.
Kekhawatiran atas Penguasaan Aset Sitaan
Dalam penilaian yang disampaikan, Burhanuddin menyebut bahwa masih ada banyak aset sitaan yang tidak tertata dengan baik. Beberapa dari aset tersebut bahkan dikuasai oleh oknum jaksa untuk kepentingan pribadi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini sangat mencolok, terutama di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jakarta, khususnya Jakarta Pusat. Burhanuddin menyatakan, "Banyak aset-aset kita yang masih tercecer, aset-aset kita yang seharusnya kita miliki masih di-hak-in [diklaim] oleh para jaksa, terutama untuk Jakarta Pusat."
Burhanuddin menilai praktik ini mencerminkan ketidakdisiplinan dan perlu penanganan segera. Ia sebagai pimpinan tertinggi Korps Adhyaksa menekankan pentingnya penertiban agar penyalahgunaan aset tidak terjadi lagi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Perintah untuk Penataan Aset Sitaan
Burhanuddin juga meminta agar direktorat dan divisi terkait segera melakukan penertiban aset sitaan. Ia mengharapkan agar semua aset yang sudah tercecer dapat diinventarisasi dan kembali di bawah kendali BPA.
"Saya mengharapkan ini betul-betul nanti dikumpulkan tidak boleh lagi siapa pun yang memakainya harus izin dari BPA dan kita tarik semua yang ada itu," ujarnya.
Ia mengingatkan perlunya aturan ketat terkait izin penggunaan barang rampasan dalam penanganan perkara agar pengawasan terhadap aset dapat lebih baik.
Fokus pada Pemulihan Kerugian Negara
Burhanuddin menegaskan bahwa pengelolaan aset sitaan sebaiknya fokus pada pemulihan kerugian negara tanpa terpengaruh oleh permintaan dari pihak luar. Ia ingin BPA menjalankan fungsinya tanpa gangguan.
"Saya mengharapkan lagi tidak ada lagi nanti di luar kebutuhan kita ada permintaan-permintaan untuk enggak ada lagi," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Burhanuddin menekankan kembali pentingnya menjaga aset negara agar tidak dicemari oleh kepentingan pribadi.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: