Vokalis Kahitna, Hedi Yunus, mengalami serangan vertigo parah yang mengharuskannya dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Insiden tersebut terjadi tiba-tiba saat ia berada di Surabaya untuk perjalanan dinas.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Kondisi Hedi semakin memburuk, memerlukan bantuan tim medis untuk membawanya ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap penyebab vertigo.
Pengalaman Hedi Yunus dengan Vertigo
Hedi Yunus membagikan pengalamannya di media sosial, mengatakan, "Saya dibopong dengan tim menuju kamar dan langsung muntah banyak banget. Di situ saya berpikir, keracunan makanan soalnya yang keluar dari muntahan adalah sarapan pagi saya." Seiring dengan memburuknya kondisi, ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Di rumah sakit, Hedi menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui penyebab serangan vertigo yang dialaminya. Ini merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Riwayat Kesehatan dan Faktor Penyebab
Hedi mengungkapkan bahwa ia memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang diturunkan dari keluarganya. "Mungkin karena saya punya genetik keturunan tekanan darah tinggi. Saya masih minum obat tiap hari," ungkapnya.
Ia juga mengaitkan serangan vertigo tersebut dengan akumulasi kelelahan. Meskipun tidak memiliki jadwal yang padat, kurang tidur dan tekanan mental dipercaya memperburuk kondisi kesehatannya.
Memahami Vertigo dan Gejalanya
Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan lain yang memerlukan perhatian medis. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa gejala umum meliputi mual, muntah, gangguan pendengaran, dan ketidakseimbangan.
Beberapa penyebab vertigo yang umum meliputi migrain, stroke, dan cedera kepala. Oleh sebab itu, penting bagi individu untuk mewaspadai gejala dan segera mencari bantuan medis saat diperlukan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: